Tak cuma evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar jadi prioritas utama. Untuk itu, sebuah dapur umum segera didirikan di Kantor Kecamatan Pulosari.
“Petugas di lapangan terus bekerja melakukan evakuasi, pendataan korban terdampak, serta mendirikan dapur umum,”
tambah Gus Ipul memaparkan.
Guna mendukung hal itu, bantuan logistik senilai lebih dari Rp 539 miliar telah didistribusikan. Bantuan yang dikirim dari Gudang Induk di Bekasi itu berisi berbagai kebutuhan mendesak: makanan siap saji, selimut, kasur, hingga tenda. Rinciannya antara lain 2.000 paket makanan siap saji, 200 lembar selimut dan kasur, serta perlengkapan lain seperti family kit dan tenda serbaguna.
Pemerintah Kabupaten Pemalang sendiri telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama dua pekan, mulai 24 Januari hingga 6 Februari mendatang. Kabar baiknya, air banjir kini mulai surut secara bertahap. Petugas pun mulai membersihkan material sisa banjir dan puing-puing pohon yang menutupi jalan.
Meski begitu, pekerjaan masih panjang. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari para pengungsi dan pemulihan infrastruktur yang rusak masih menjadi tantangan besar di hari-hari ke depan.
Artikel Terkait
Duka di Bone: Anak Diduga ODGJ Tewaskan Ibu Kandung dengan Tikaman
Jakarta Tenggelam Lagi, 17 RT Terendam Hingga 80 Sentimeter
Prabowo Restui Langkah Darurat Selamatkan Sawah dari Gempuran Industri
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Warga Pagedangan Sambut Angin Segar