Menurut Erlyn, pendekatan yang dipilih adalah humanis. Personel diharapkan bisa berdialog. Dia pun mengajak massa demonstran untuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib, sesuai koridor aturan yang berlaku. Intinya, semua pihak diharap menjaga situasi agar tetap kondusif.
Di sisi lain, Presiden KSPI Said Iqbal telah membeberkan rencana aksi. Titik kumpul massa adalah di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, yang lokasinya memang tak jauh dari Istana Kepresidenan.
"Mengusung isu revisi UMP dan UMSP DKI yang sangat murah, kembalikan UMSK 19 kabupaten/kota se-Jabar sesuai rekomendasi bupati atau walikotanya, selamatkan 2.500 buruh PT Pakerin Mojokerto dari PHK akibat ulah pemerintah pusat,"
Begitu penjelasan Said Iqbal mengenai tuntutan yang akan dibawa. Isunya cukup beragam, mulai dari upah di Jakarta hingga nasib buruh di Jawa Barat dan Mojokerto. Aksi hari ini, tampaknya, menjadi wadah kumpulnya berbagai persoalan ketenagakerjaan yang belum tuntas.
Artikel Terkait
Gubernur Jabar Beri Kompensasi kepada 5.000 Pengemudi untuk Kurangi Kepadatan Arus Mudik
Gubernur Jabar Beri Kompensasi Rp1,4 Juta ke Pengemudi Becak untuk Kurangi Padatnya Arus Mudik
Sekretaris Kabinet Tinjau Langsung Kesiapan Kereta Ekonomi Kerakyatan Jelang Lebaran 2026
Anggota DPRD Sidak Terminal Kalideres, Temukan Masalah Kebersihan dan Sirkulasi Udara