Pesanan besar ini sendiri diproses secara bertahap. Sebelumnya, Kemenhan sudah mengefektifkan kontrak tahap pertama untuk enam unit di September 2022. Lalu, menyusul kontrak untuk 18 unit di Agustus 2023. Dan akhirnya, kontrak tahap ketiga untuk 18 unit terakhir pun disahkan, sehingga totalnya genap 42 pesawat.
Edwin Adrian Sumantha, yang dulu menjabat Karhumas Kemenhan, pernah menjelaskan kronologinya. Kontrak efektif itu jadi lampu hijau bagi Dassault untuk memproduksi 18 unit terakhir.
Dia juga menyebut bahwa kedatangan pertama di awal 2026 sesuai rencana. Dan kini, prediksi itu terbukti. Dengan tambahan kekuatan ini, kemampuan TNI AU menjaga wilayah udara nusantara diharapkan melesat jauh. Indonesia pun resmi masuk dalam daftar negara pengguna Rafale.
Artikel Terkait
Prabowo Peringatkan Dampak Perang Timur Tengah, Defisit APBN Bisa Tembus 4%
THR dan TPP ASN Mulai Dicairkan, PPPK Dapat Tambahan Penghasilan
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Tol MBZ Catat Lonjakan 19 Persen
Pemerintah Targetkan Impor Hanya Minyak Mentah, Kilang Dalam Negeri Digenjot