Jakarta Siaga, 200 Ekskavator Dikerahkan Hadang Banjir

- Selasa, 27 Januari 2026 | 08:50 WIB
Jakarta Siaga, 200 Ekskavator Dikerahkan Hadang Banjir

Jakarta bersiap. Menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi bakal melanda, Pemerintah Provinsi DKI mengeluarkan serangkaian imbauan dan langkah antisipasi. Intinya satu: mencegah banjir melumpuhkan ibu kota.

Lewat Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, pemerintah mengingatkan warganya untuk tak lagi buang sampah sembarangan. Sampah yang menyumbat saluran air, kata dia, adalah biang kerok genangan yang kerap terjadi. Tapi imbauan saja jelas tak cukup.

"Imbauan kepada warga untuk membersihkan saluran lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan," tegas Chico kepada para wartawan, Selasa (27/1/2026).

Ia melanjutkan, "Pemprov DKI tidak hanya bergantung pada satu langkah, tapi menggabungkan modifikasi cuaca, pengerukan masif, pengelolaan air dan kesiapsiagaan masyarakat."

Soal modifikasi cuaca atau OMC, operasinya masih terus berjalan. Chico menyebut penyemaian awan difokuskan di wilayah potensial seperti Selat Sunda dan sekitarnya. Tujuannya, menekan intensitas hujan yang sampai ke Jakarta.

Di sisi lain, upaya di darat juga digenjot. Pengerukan sungai dan saluran air jadi prioritas. Untuk itu, Pemprov mengerahkan tidak tanggung-tanggung: 200 unit ekskavator yang tersebar di lima wilayah kota.

"Ini untuk percepatan pengerukan sungai, kali, dan saluran air utama," jelas Chico. Ia menyebut beberapa titik seperti Sungai Ciliwung, Krukut, Cakung Lama, hingga Kali Sepak di Kembangan. Semua ini, katanya, bagian dari upaya struktural dan non-struktural yang digabungkan.

Tak cuma itu. Kesiapan infrastruktur pengendali banjir juga ditingkatkan. Semua pintu air dan pompa di daerah rawan diawasi ketat. Koordinasi dengan lurah, camat, hingga relawan diperintahkan agar berjalan intensif. Pemantauan genangan harus real-time.


Halaman:

Komentar