Sebelumnya, ia bahkan menyebutnya sebagai pencapaian yang luar biasa. “Kami berjanji dan saya berjanji untuk membawa semua orang kembali. Kami membawa mereka semua kembali, hingga tawanan terakhir.”
Di sisi lain, militer Israel juga merilis pernyataan tersendiri. Mereka menggambarkan pengembalian para sandera ini sebagai hasil dari dua tahun pertempuran sengit. Lebih dari itu, ini dipandang sebagai janji yang tak terucapkan antara pasukan dan warga negara: untuk tidak pernah meninggalkan siapa pun di belakang.
Lalu, siapakah Ran Gvili? Pria ini adalah seorang polisi yang dijuluki “Pembela Alumim” oleh keluarganya dan komunitas kibbutz tempatnya tinggal. Ia tewas dalam pertempuran di dekat komunitas tersebut pada hari serangan. Yang tragis, jenazahnya kemudian dibawa ke Gaza oleh militan Hamas.
Kenyataan pahit itu sebenarnya sudah dikonfirmasi otoritas Israel kepada orang tuanya sejak Januari 2024. Mereka diberi tahu bahwa perwira muda itu gugur dan jenazahnya telah dibawa ke Gaza. Kini, setelah perjalanan yang panjang dan berliku, ia akhirnya akan pulang untuk beristirahat dengan tenang.
Artikel Terkait
Mendikbud Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif di Ramadan
Iran Tangkap 20 Orang Diduga Kirim Data Sensitif ke Israel
Phil Campbell, Gitaris Legendaris Motörhead, Meninggal Dunia
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Bergerak Lebih Awal