Kabupaten Aceh Tamiang masih berjuang melawan sisa-sisa bencana. Endapan lumpur tebal yang membanjiri wilayah itu menjadi tantangan terberat pascabencana. Menanggapi hal ini, pemerintah mengerahkan ribuan personel dari berbagai instansi untuk membantu proses pemulihan. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
“Semua, mulai pemerintahan, jalan, pasar, warung, rumah, semua terdampak di sana. Ini kami kira Tamiang ini yang masih terus kita harus kerja keras,” tegas Tito.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (26/1). Menurutnya, Aceh Tamiang sebagai wilayah dataran rendah memang paling merasakan dampaknya. Lumpur itu bukan cuma merusak fisik, tapi sudah merembes ke segala sendi kehidupan; sosial dan ekonomi masyarakat lumpuh.
“(Daerah) lowland yang kita harus atensi betul adalah satu Aceh Tamiang, kemudian Aceh Timur, Aceh Utara, kemudian Bireuen, dan Pidie Jaya,” ujar Tito.
Namun begitu, ada secercah kabar baik. Kondisi pemerintahan setempat yang sempat mati total, perlahan mulai bangkit.
Artikel Terkait
Dude Herlino Bisa Dipanggil Penyidik Terkait Dugaan Penipuan DSI
Kerangka Hangus di Lombok Barat: Botol Bahan Bakar dan Tali Nilon Jadi Kunci Misteri
Wali Kota Serang Laporkan Media, Dewan Pers Jadi Bahan Perdebatan
Kapal Terbakar di Perairan Penjaringan, 85 Personel Dikerahkan