Abu Kamara Resmi Tinggalkan PSM, Gabung Persis Solo

- Minggu, 08 Februari 2026 | 12:00 WIB
Abu Kamara Resmi Tinggalkan PSM, Gabung Persis Solo

Abu Kamara dan PSM: Kisah Kecocokan yang Tak Sampai

MAKASSAR Fisiknya kokoh, mobilitasnya tinggi. Naluri mencetak golnya pun terasah. Tapi, sepak bola zaman sekarang ternyata lebih rumit dari sekadar kualitas individu seorang striker. Ada sistem yang harus dijalankan, filosofi yang dianut, dan arah permainan yang mesti seirama. Sayangnya, bagi Abu Kamara, semua itu tak berjalan mulus di PSM Makassar. Perjalanannya bersama Juku Eja pun berakhir.

Namun begitu, karirnya di Indonesia belum tamat. Striker asal Liberia itu sudah terdaftar di skuad Persis Solo dengan nomor punggung 4, meski belum ada pengumuman resmi dari klub. Perpindahan ini menutup babak yang terbilang singkat di Makassar.

Pelatih PSM, Tomas Trucha, bersikap elegan menyikapi kepergian sang pemain.

“Dia adalah pemain yang bagus, striker bagus. Namun inilah kehidupan dalam sepak bola,”

ucap Tomas sebelum laga melawan PSBS Biak. Kalimatnya diplomatis, ya. Tapi kalau dicermati, ada pesan terselip: di lapangan hijau, kecocokan seringkali lebih penting dari sekadar bakat.

Lalu, di mana letak ketidakcocokan itu?

Abu Kamara tiba di PSM pertengahan Agustus tahun lalu. Dalam 13 penampilan, ia mengemas tiga gol. Angka yang tidak buruk, tapi juga belum bisa dibilang luar biasa. Masalahnya, sistem Tomas Trucha menuntut lebih dari sekedar angka di papan skor.

Trucha membangun tim dengan pressing kolektif yang rapat, pergerakan tanpa bola yang cerdas, dan fleksibilitas taktik. Seorang striker idealnya bukan hanya finisher, tapi juga pemantik tekanan pertama, pembuka ruang untuk kawan, dan ujung tombak yang bisa turun membantu penguasaan bola.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar