Beberapa saat kemudian, ada agen yang tampak menawarkan bantuan medis. Sementara yang lain menghalau warga agar tidak mendekati jasad itu.
Reaksi atas kematian Pretti pun meledak. Ratusan orang turun ke jalan, berhadapan dengan agen-agen bersenjata dan bertopeng yang membalas dengan gas air mata serta granat kejut. Demo solidaritas juga menjalar ke New York, Washington DC, dan San Francisco. Suasana jadi panas.
Di sisi lain, ketegangan antara pejabat federal dan negara bagian pun kembali memuncak. Ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, di awal Januari, penembakan warga AS lain, Renee Good, sudah bikin hubungan mereka renggang. Pemerintahan Trump dianggap menutup akses, menolak keterlibatan penyelidik lokal untuk kasus-kasus seperti ini.
Presiden Donald Trump sendiri ikut bersuara. Komentarnya singkat tapi tajam. Ia justru menyoroti Wali Kota Minneapolis, yang dianggapnya menghasut pemberontakan setelah penembakan ini terjadi.
Begitu pernyataan orang tua Pretti, yang dilansir AFP, Minggu (25/1). Keluarga mengenalnya sebagai seorang perawat, sosok yang baik dan peduli.
Narasi resmi dan kesaksian visual kini beradu. Satu nyawa melayang, sementara kota itu masih berusaha mencari jawaban yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Dude Herlino Bisa Dipanggil Penyidik Terkait Dugaan Penipuan DSI
Kerangka Hangus di Lombok Barat: Botol Bahan Bakar dan Tali Nilon Jadi Kunci Misteri
Wali Kota Serang Laporkan Media, Dewan Pers Jadi Bahan Perdebatan
Kapal Terbakar di Perairan Penjaringan, 85 Personel Dikerahkan