Kabupaten Serang kembali dilanda musibah. Banjir dan tanah longsor menerjang beberapa wilayah, membuat sejumlah warga harus mengungsi. Menanggapi hal ini, Pemkab Serang langsung bergerak. Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas, tak cuma memberi perintah. Mereka turun sendiri ke lokasi bencana.
“Menurut informasi setiap tahun banjir terjadi di wilayah ini (BCP-red), namun kali ini atau bulan ini adalah banjir yang tertinggi. Bahkan sampai ada yang 1,5 meter atau sepinggang orang dewasa,” ujar Zakiyah dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Ia mengaku prihatin. Untuk itu, personel BPBD dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan. Bantuan pun mengalir, mulai dari sembako, perlengkapan tidur, hingga obat-obatan. Bahkan pompa air dan alat berat juga disiagakan. Bantuan ini datang dari partisipasi ASN, BUMD, hingga sejumlah perusahaan.
Menariknya, gerak cepat ini tak kenal waktu. Para staf OPD turun tak hanya di hari kerja, tapi juga di akhir pekan. Bahkan ada yang terjun sampai malam hari. Sementara para camat di lokasi terdampak standby 24 jam, terutama di titik-titik pengungsian.
Zakiyah menekankan, penanganannya tak boleh parsial. “Penanganan bencana ini tidak bisa parsial, misalnya kemarin kita sudah normalisasi sungai di sini, ternyata wilayah yang lain banjir,” tuturnya.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing