Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, kembali mengambil langkah tegas. Masa tanggap darurat untuk bencana hidrometeorologi di wilayahnya diperpanjang lagi, kali ini selama dua pekan ke depan. Keputusan ini diambil untuk memastikan bantuan dan layanan kesehatan benar-benar merata, sampai ke daerah-daerah yang paling terpencil sekalipun.
“Menetapkan perpanjangan ketiga, status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh tahun 2026, selama 14 hari ke depan terhitung sejak tanggal 9 sampai dengan 22 Januari 2026,”
demikian penjelasan Mualem, seperti dilaporkan detikSumut, Kamis lalu.
Fokusnya jelas: pemerataan. Pemerintah provinsi tak ingin ada yang tertinggal. Mulai dari pembersihan lingkungan, pembagian logistik, hingga layanan kesehatan, semuanya harus cepat dan menjangkau semua lapisan masyarakat. Mualem, yang juga Ketua Umum Partai Aceh, mendesak agar pembersihan segera dilakukan di berbagai fasilitas publik mulai dari rumah ibadah, sekolah, hingga pasar yang kena dampak.
Artikel Terkait
Pelaku Pembunuh karena Utang Ditangkap Saat Jaga Bos di Rumah Sakit
Serangan Malam di Kyiv: Dua Puluh Rumah Hancur, Bahkan Kedutaan Qatar Tak Luput
Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini Alasan Ahli Hukum dan Komisi III DPR
Setelah Berbulan di Tenda, Korban Banjir Aceh Tamiang Akhirnya Menemukan Hunian Sementara