“Bahwa ternyata masyarakat terdampak itu tidak hanya membutuhkan bangunan fisik,” tegasnya.
Karena itu, selain menyalurkan kitab suci, Kemenag juga mengerahkan jaringan para ustaz, pemuka agama, hingga penyuluh. Tujuannya satu: memulihkan kondisi spiritual mereka yang terdampak. Bahkan, ada permintaan khusus untuk menghadirkan penceramah ternama.
“Jadi kami gilir penceramah kondang ke lapangan itu karena mereka itu juga bagian dari permintaannya,” jelas Nasaruddin.
Upaya ini menunjukkan, di tengau reruntuhan, semangat untuk menjaga iman justru makin kuat. Bantuan fisik memang penting, tapi mengobati luka di hati membutuhkan pendekatan yang berbeda sama sekali.
Artikel Terkait
Nadiem Buka Suara: Rapat dengan Google Disebut Transparan, Bukan Mufakat Jahat
Gus Alex Diperiksa KPK, Aliran Dana Kuota Haji Disorot
Pelukan Terakhir di Reruntuhan Cisarua: 17 Jiwa Melayang, 6 Masih Menanti Identifikasi
Bocah 7 Tahun Ditemukan Sendirian di JPO Gatot Subroto, Kini Kembali ke Pelukan Orang Tua