“Bahwa ternyata masyarakat terdampak itu tidak hanya membutuhkan bangunan fisik,” tegasnya.
Karena itu, selain menyalurkan kitab suci, Kemenag juga mengerahkan jaringan para ustaz, pemuka agama, hingga penyuluh. Tujuannya satu: memulihkan kondisi spiritual mereka yang terdampak. Bahkan, ada permintaan khusus untuk menghadirkan penceramah ternama.
“Jadi kami gilir penceramah kondang ke lapangan itu karena mereka itu juga bagian dari permintaannya,” jelas Nasaruddin.
Upaya ini menunjukkan, di tengau reruntuhan, semangat untuk menjaga iman justru makin kuat. Bantuan fisik memang penting, tapi mengobati luka di hati membutuhkan pendekatan yang berbeda sama sekali.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing