Dia ingin cepat. Cepat menemukan. Hanya bermodal cangkul dan kedua tangannya, dia mengais lumpur di titik yang diyakininya bekas rumah saudaranya. Perjuangan itu tak sia-sia. Di hari Minggu, dia berhasil menemukan jasad Deni dan Ani beserta keponakannya.
"Alhamdulillah, saudara sama keponakan saya sudah ketemu," katanya. Bahagia? Tentu. Tapi sedihnya lebih dalam, karena Tasya masih belum ditemukan.
Namun begitu, ada satu pemandangan yang membuatnya tercekat, sekaligus hancur. Jasad Ani ditemukan dalam posisi tertelungkup, seolah sedang bersujud, melindungi anaknya yang ditemukan di bawahnya. Kondisi anak itu relatif masih bersih. Rambutnya rapi, bahkan HP-nya masih menyala. Deni tergeletak tak jauh, sekitar satu meter dari mereka.
Pemandangan itu menggambarkan betapa dahsyatnya musibah, tapi juga betapa besarnya kasih sayang seorang ibu di detik-detik terakhir. Sementara untuk Asep, pencariannya masih berlanjut. Masih ada satu nama yang harus dia bawa pulang: Tasya.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Triliunan Rupiah untuk Guru dan Sekolah Terdampak Banjir Sumatera
Pulih Total, Sekolah di Tiga Provinsi Sumatera Kembali Beraktivitas Penuh
Anggota DPR Desak Audit Amdal Nasional, Minta Pemerintah Tak Tunggu Bencana
Gubernur Banten Soroti Penyempitan Sungai Cirarab Pemicu Banjir Tangerang