Polemik Suksesi Keraton Solo Memanas: PB XIV Purbaya Siap Tempuh Jalur Hukum

- Minggu, 16 November 2025 | 12:20 WIB
Polemik Suksesi Keraton Solo Memanas: PB XIV Purbaya Siap Tempuh Jalur Hukum
Polemik Suksesi Keraton Solo: Pihak PB XIV Purbaya Pertimbangkan Langkah Hukum

Polemik Suksesi Keraton Solo: Pihak PB XIV Purbaya Pertimbangkan Langkah Hukum

Sengketa suksesi tahta Keraton Surakarta semakin memanas. S.I.K.S. Paku Buwono XIV Purbaya secara serius mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Pertimbangan ini muncul sebagai respons setelah KGPH Mangkubumi dinobatkan sebagai Paku Buwono XIV.

Anak tertua almarhum PB XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma, menegaskan hal tersebut. Saat ditanya mengenai kemungkinan pengambilan langkah hukum, Rumbay menjawab dengan tegas, "Pasti, pasti." Pernyataan ini disampaikan usai acara di Sasana Handrawina.

Rencana untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur hukum juga dikonfirmasi berasal dari pihak KGPH Mangkubumi sendiri. Rumbay mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya dengan Kanjeng Wiro, yang merupakan adik ipar almarhum PB XIII, disepakati bahwa persoalan ini akan diselesaikan secara hukum.

Rumbay Kusuma mengklaim bahwa pihaknya telah berusaha merangkul KGPH Mangkubumi sejak awal. Tujuannya adalah untuk membicarakan proses suksesi tahta Paku Buwono XIV dengan cara yang baik. Ia menjelaskan bahwa upaya pendekatan telah dilakukan segera setelah pemakaman PB XIII.

"Dari awal kami merangkul. Pagi setelah Sinuhun dimakamkan, saya langsung datang ke tempat Mangkubumi untuk berbicara. Kemudian, pada siang harinya, saya bertemu dengan Kanjeng Wiro dan Gusti Moeng untuk bermusyawarah. Inti dari musyawarah itu adalah merangkul, bukan menjauhi. Saya mengajak mereka untuk bersama-sama," jelas Rumbay.

Namun, mengenai kemungkinan menjalin komunikasi lebih lanjut setelah penobatan PB XIV Purbaya, Rumbay mengaku belum dapat memastikan. Ia mengungkapkan rasa syok yang mendalam atas penobatan KGPH Mangkubumi sebagai Paku Buwono XIV.

"Kita lihat nanti perkembangannya. Jujur, kami semua merasa syok. Selama ini, banyak yang berkoar tentang menjaga paugeran dan adat. Namun, apa yang dilakukan di Handrawina ternyata sama sekali tidak mencerminkan unsur-unsur adat yang seharusnya," pungkasnya menutup pernyataan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar