Adang Daradjatun Soroti Kultur Polri, Dukung Penuh Posisi di Bawah Presiden

- Senin, 26 Januari 2026 | 15:15 WIB
Adang Daradjatun Soroti Kultur Polri, Dukung Penuh Posisi di Bawah Presiden

Anggota Komisi III DPR, Adang Daradjatun, secara tegas mendukung agar Polri tetap berada di bawah komando Presiden. Menurutnya, posisi itu sudah tepat. Yang justru perlu jadi perhatian serius adalah kultur di tubuh institusi itu sendiri. Itulah hal mendasar yang mesti dibenahi.

Adang bukan tanpa alasan. Pengalamannya dulu di tim reformasi Polri sekitar tahun 97-98 memberinya perspektif khusus.

"Kebetulan 97-98 saya tim reformasi Polri, yaitu masalah instrumen, struktur, kultur," ujar Adang.

Ia lantas menambahkan, "Dan buku ini menjawab tentang kultur yang akan diperbaiki Polri."

Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Kerja bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin lalu, di Senayan.

Bagi Adang, struktur saat ini sudah bagus. Polri di bawah Presiden, sementara Kapolrinya dipilih melalui proses di DPR RI. Mekanisme itu dinilainya sudah benar.

"Intinya kami sangat setuju posisi kedudukan Polri tetap di bawah presiden," tegasnya.

"Proses selanjutnya dipilih oleh DPR RI."

Di sisi lain, Adang juga memberi pujian khusus untuk pemaparan Kapolri Sigit. Rupanya, laporan yang disampaikan Sigit terbilang komprehensif, bahkan menyentuh aspek historis.

"Saya beri apresiasi sekali yang disampaikan Kapolri begitu lengkap laporannya dan jelas," katanya.

Ia menyebutkan beberapa bagian, seperti pada halaman 44 dan 47 yang membahas kesiapan menghadapi KUHP dan KUHAP baru. Tak ketinggalan, sejarah Polri yang diulas di halaman 83 dan 86 turut mendapat sorotannya.

"Kemudian halaman 83, 86 bicara tentang sejarah Polri," ujar Adang menutup pandangannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar