Anggota Komisi III DPR, Adang Daradjatun, secara tegas mendukung agar Polri tetap berada di bawah komando Presiden. Menurutnya, posisi itu sudah tepat. Yang justru perlu jadi perhatian serius adalah kultur di tubuh institusi itu sendiri. Itulah hal mendasar yang mesti dibenahi.
Adang bukan tanpa alasan. Pengalamannya dulu di tim reformasi Polri sekitar tahun 97-98 memberinya perspektif khusus.
"Kebetulan 97-98 saya tim reformasi Polri, yaitu masalah instrumen, struktur, kultur," ujar Adang.
Ia lantas menambahkan, "Dan buku ini menjawab tentang kultur yang akan diperbaiki Polri."
Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Kerja bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin lalu, di Senayan.
Bagi Adang, struktur saat ini sudah bagus. Polri di bawah Presiden, sementara Kapolrinya dipilih melalui proses di DPR RI. Mekanisme itu dinilainya sudah benar.
Artikel Terkait
Ketua Banggar DPR: Tommy Djiwandono Layak Jadi Deputi BI, Tak Perlu Dikhawatirkan
Saya Lebih Baik Jadi Petani! – Kapolri Tolak Keras Wacana Polri Dibawah Kementerian
Hujan Deras Hentikan Pencarian, Korban Longsor Pasirlangu Bertambah Jadi 29 Jiwa
Adies Kadir Resmi Mundur dari Golkar Usai Lolos ke Mahkamah Konstitusi