Novel Bamukmin, sang Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis, akhirnya dipanggil untuk diperiksa. Ini menyusul laporan yang diajukannya sendiri terhadap komika Pandji Pragiwaksono. Laporan itu terkait materi stand-up comedy berjudul 'Mens Rea' yang dinilai menista agama.
“Hari ini kami ke Polda Metro Jaya, atas panggilan daripada Ditreskrimum untuk diminta keterangan menjadi pelapor dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Pandji Pragiwaksono,” jelas Novel kepada awak media, Senin (26/1/2026).
Laporan dengan nomor LP/B/481/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA itu dia buat sepekan sebelumnya, tepatnya pada Senin (19/1). Intinya, Novel menuding ada unsur penistaan agama dalam lawakan Pandji.
Salah satu poin yang dia persoalkan adalah candaan yang menyinggung soal salat. Bagi Novel, salat adalah ritual ibadah umat Islam yang sakral dan tak pantas dijadikan bahan lelucon.
Dia lalu menirukan salah satu cuplikan materi Pandji: “Para penumpang yang terhormat. Kita sedang mengalami turbulensi akibat gangguan cuaca. Harap longgarkan sabuk pengaman dan rapatkan saf. Kita salat sapar berjamaah demi keselamatan perjalanan.”
“Saf itu kan bagian dari penyempurnaan barisan salat, sebuah ibadah. Ini kok dimain-mainkan,” ujarnya dengan nada kesal.
“Apa hubungannya dengan kondisi duduk di pesawat? Itu kan jauh dari konteks berjamaah. Kenapa harus salat yang disinggung? Padahal kan banyak bahan candaan lain. Tapi ya sudahlah, sudah lima poin yang kami catat. Sekarang tinggal serahkan ke polisi,” tambah Novel.
Di sisi lain, dia mengaku laporannya juga terinspirasi dari sikap Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, yang sebelumnya telah mengkritik materi 'Mens Rea' tersebut.
“Saya melihat sikap beliau. Kami, spirit 212, tentu menganggap imam besar dan guru kita adalah Habib Rizieq,” tuturnya.
Artikel Terkait
Sopir Truk Diganjar Penghargaan Usai Cegah Mobil Hantu di Tol
Markas UNRWA di Yerusalem Timur Hangus Terbakar, Diduga Bagian dari Upaya Sistematis
Di Tengah Reruntuhan, Ada yang Ingin Menikah
Pasca Bencana, Warga Aceh dan Sumut Serukan: Kami Butuh Kitab Suci Pengganti