Program SIGAP Meluas, Imunisasi dan Gizi Anak di Tiga Daerah Terus Didorong

- Senin, 26 Januari 2026 | 13:00 WIB
Program SIGAP Meluas, Imunisasi dan Gizi Anak di Tiga Daerah Terus Didorong

Lingkungan yang mendukung itu berkontribusi pada peningkatan kepatuhan cuci tangan di momen-momen kritis seperti sebelum menyuapi anak sebesar 6,4%. Alasan mencuci tangan juga bergeser, bukan lagi sekadar ikutan, tapi benar-benar untuk kesehatan. Yang menggembirakan, keterlibatan ayah meningkat 13%, menandakan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kedua orang tua.

Global Brand Director Lifebuoy, Parnil Sarin, menanggapi capaian ini dengan optimis.

"SIGAP menunjukkan bagaimana perilaku perlindungan utama, yaitu imunisasi, cuci tangan pakai sabun, dan gizi, dapat menjadi kebiasaan nyata ketika keluarga bisa melihat, merasakan, dan mempraktikkannya dalam rutinitas sehari-hari. Dengan memperluas pembelajaran dari rumah dan sekolah ke platform digital serta media massa, program ini membantu mempertahankan perilaku tersebut dalam skala yang lebih luas dan menjadikan CTPS bagian dari perjalanan kesehatan anak," jelasnya.

Perbaikan Gizi, Dimulai dari Rumah

Di bidang gizi, program ini juga mencatat kemajuan. Praktik pemberian makan anak pada 1.000 hari pertama kehidupan menunjukkan tren positif. Inisiasi menyusu dini naik 4,4%, sementara jumlah anak yang mengonsumsi makanan beragam minimal meningkat hingga 6,8%.

Kunci keberhasilannya? Alat bantu yang praktis dan mudah dipakai orang tua. Sebanyak 96% pengguna mengakui bahwa alat pelacak gizi dari SIGAP membantu mereka memahami pola makan anak, termasuk mengontrol camilan kurang sehat dan mendorong peran aktif ayah dan ibu.

CEO The Power of Nutrition, Chris Skeet, menilai kolaborasi adalah inti dari semua ini.

"SIGAP mencerminkan kekuatan kemitraan dalam mendukung gizi di tempat yang paling penting, yaitu di rumah, setiap hari. Dengan menggabungkan alat praktis, pembelajaran bersama bagi orang tua, dan keterlibatan tenaga kesehatan di lapangan, program ini menunjukkan bagaimana pesan berbasis bukti dan komunikasi perubahan perilaku dapat membantu keluarga mempertahankan praktik pemberian makan yang lebih sehat dan membangun ketahanan jangka panjang," tuturnya.

Dari Lapangan Hingga ke Layar Kaca

Untuk memperluas jangkauan, SIGAP tak hanya mengandalkan pertemuan tatap muka. Fase scale-up ini juga gencar memanfaatkan media dan platform digital. Dalam periode tujuh bulan di 2025, iklan layanan masyarakat mereka menjangkau lebih dari 4,7 juta orang lewat televisi.

Gebrakan di media sosial juga tak kalah massive. Konten SIGAP mencatat lebih dari 1,14 miliar impresi di tiga provinsi. Di YouTube, ada 8,1 juta tayangan selesai, sementara iklan bumper singkat enam detik ditonton lebih dari 130 juta kali. Kampanye di Instagram dan Facebook bahkan menghasilkan 722 juta impresi dengan jangkauan melebihi 40 juta orang. Tak ketinggalan, konten dari para influencer berhasil menyentuh hampir 30 juta orang di Instagram dan TikTok.

Dengan kombinasi pendekatan komunitas, pelatihan, dan dukungan media digital yang masif, SIGAP dirancang untuk jadi program yang berkelanjutan. Pembelajaran dari fase perluasan ini diharapkan bisa menjadi pijakan agar semakin banyak keluarga Indonesia yang menerapkan perilaku hidup sehat, demi masa depan anak-anak yang lebih cerah.


Halaman:

Komentar