Rasa was-wasnya memuncak saat mendapati pintu rumah terkunci dari luar. Dengan senter ponsel, ia nekat mengintip lewat jendela.
"Pintunya terkunci terus. Pagi tadi curiga, dari jendela saya lihat pakai lampu HP kok ada glundungan, terus saya lari nyari tetangga," tutur Prayitno, menggambarkan kepanikannya saat itu.
Warga pun bergegas memanggil polisi. Begitu petugas berhasil membuka rumah, pemandangan tragis langsung terlihat. Nur Aini terbaring tak bernyawa.
"Tertutup sarung miring jenazahnya. Waktu kami buka ada darah, yang buka sarung petugas kepolisian," jelas Prayitno menutup kesaksiannya.
Saat ini polisi masih menyelidiki kasus ini. Mereka berusaha melacak keberadaan anak korban yang menghilang, sekaligus mengungkap motif dan pelaku di balik kematian Nur Aini yang menyisakan duka di tengah masyarakat itu.
Artikel Terkait
Menkes Kerahkan Ribuan Tenaga Kesehatan Tangkal Wabah Campak Pascabencana
Prasetyo Buka Suara soal Nasib Ribuan Pekerja Pasca-Pencabutan Izin 28 Perusahaan
Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Pernyataan di Media
Polri Beralih dari Menghadapi ke Melayani dalam Mengawal Demo