Hingga akhir 2025, PAM JAYA sudah melayani lebih dari 1,1 juta pelanggan. Angka cakupan layanannya mencapai 80,24 persen. Capaian ini bukan hal sepele. Ini adalah langkah konkret untuk pemerataan akses air minum.
Kalau kita lihat ke belakang, pada 1998 cakupannya hanya 56,88 persen. Yang menarik, dalam kurun 25 tahun kerja sama dengan mitra dari 1998 hingga 2023 pertumbuhan cakupan hanya naik sekitar 10,77 persen. Cukup lambat.
Namun begitu, situasi berubah dalam tiga tahun terakhir. Sejak PAM JAYA mengambil alih pengelolaan pada 2023, cakupan melonjak 12,59 persen. Artinya, dalam waktu yang jauh lebih singkat, peningkatannya justru melampaui pertumbuhan selama seperempat abad sebelumnya.
Sepanjang 2025, ada tambahan baru lebih dari 206 ribu sambungan rumah. Langkah ini diambil untuk memperluas akses, tentu dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi warga. Mereka juga gencar melakukan efisiensi internal, mengoptimalkan sistem distribusi, dan memperkuat tata kelola. Semua itu bagian dari transformasi yang berkelanjutan.
Tak ketinggalan, sejak 2025 PAM JAYA menghadirkan program sambungan baru gratis bagi pemilik rumah di bawah 70 meter persegi. Program ini memang ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Harapannya, mereka bisa menikmati air minum yang layak, aman, dan terjangkau langsung dari rumah mereka sendiri.
Artikel Terkait
Polri Garap 1,3 Juta Hektar Sawah Jagung, Panen Capai 3,5 Juta Ton
Polres Dumai Gelar Lari Pagi, Akhiri dengan Penanaman Pohon
Jenderal Andalan Xi Jinping Dicopot, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS
Nadiem Jalani Sidang Korupsi Chromebook Meski Masih dalam Perawatan