Longsor Dahsyat di Bandung Barat Tenggelamkan Puluhan Rumah, Korban Jiwa Dikhawatirkan

- Minggu, 25 Januari 2026 | 22:15 WIB
Longsor Dahsyat di Bandung Barat Tenggelamkan Puluhan Rumah, Korban Jiwa Dikhawatirkan

Dini hari yang gelap di Kampung Pasir Kuning, Cisarua, Bandung Barat, berubah menjadi mencekam. Tanah tiba-tiba bergerak, menenggelamkan puluhan rumah warga dalam sekejap. Setidaknya 30 rumah tertimbun material longsor yang ganas. Sayangnya, bencana ini juga merenggut nyawa. Sejumlah warga dilaporkan menjadi korban jiwa.

Menurut sejumlah saksi, longsor dahsyat itu terjadi tepat pada Sabtu (24/1) pukul tiga pagi. Namun begitu, kondisi sebenarnya sudah mengkhawatirkan sejak dua hari sebelumnya. Kawasan itu diguyur hujan deras tak henti, disertai angin yang menerjang kencang. Kombinasi mematikan itulah yang diduga menjadi pemicu utamanya.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengonfirmasi kronologi kejadian.

"Kejadiannya sekitar jam 03.00 pagi, pusatnya di RT 05/11. Memang sudah dua hari ini hujan terus," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pendataan awal memang menunjukkan sekitar 30 rumah tertimbun. Tapi angka itu masih bisa berubah. "Untuk rumah yang tertimbun informasi awal ada 30, cuma kita masih terus pastikan. Kemudian kita masih belum bisa memastikan berapa korbannya ya," tambah Nur Awaludin. Situasi di lapangan masih sangat kacau, pencarian dan pendataan terus berjalan.

Di sisi lain, beredar kabar yang cukup mencemaskan. Konon, ada 23 prajurit TNI yang hilang tertimbun saat bencana terjadi. Kabar ini langsung ditanggapi serius oleh institusi terkait.

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, mengaku masih menelusuri kebenaran informasi tersebut.

"Saya belum bisa mendapatkan informasi terkait apakah ada anggota kami di antara 23 personel tersebut. Nanti akan saya konfirmasi kembali," kata Mahmuddin.

Untuk saat ini, fokus utama masih pada evakuasi warga sipil yang menjadi korban. Proses pencarian sendiri tak mudah. Cuaca ekstrem masih terus mengganggu, memaksa operasi dihentikan beberapa kali. Hujan dan angin kencang masih menjadi penghalang terbesar di lapangan.

"Kami akan terus melakukan pencarian karena kendala di lapangan masih cukup besar, terutama terkait cuaca," jelasnya. Soal kabar prajurit yang hilang, pihaknya masih menunggu informasi yang lebih solid. Pemerintah daerah hingga kementerian pun telah turun tangan, berupaya menangani dampak dari bencana yang memilukan ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini