Gus Ipul Soroti Data sebagai Kunci Pemberdayaan Disabilitas di HUT Pertuni

- Minggu, 25 Januari 2026 | 18:35 WIB
Gus Ipul Soroti Data sebagai Kunci Pemberdayaan Disabilitas di HUT Pertuni

"Selama masih ada satu orang yang belum masuk data, maka tugas kita belum selesai," sambungnya.

Karena itulah, ia mengajak semua pihak untuk bergotong-royong menyempurnakan DTSEN. Verifikasi, koreksi, dan pemutakhiran data harus dilakukan bersama. Tujuannya jelas: agar tidak ada seorang pun yang 'hilang' dari sistem hanya karena belum terekam. Dengan data yang tepat, bantuan sosial bisa dialirkan ke mereka yang paling berhak.

"Ada teman-teman penyandang disabilitas yang memerlukan perlindungan dan jaminan sosial dari negara. Pada dasarnya, itu adalah upaya negara untuk memberikan perlindungan," tegasnya.

Di sinilah peran Kementerian Sosial menjadi sentral. Mulai dari perlindungan sosial, rehabilitasi, dukungan kesehatan, bantuan pangan, sampai penyediaan alat bantu dan pelatihan vokasi untuk kemandirian. Semua intervensi itu dirancang sebagai sebuah tangga.

"Kita butuh kerja bersama," tutur Gus Ipul, "agar bantuan sosial menjadi jembatan menuju pemberdayaan, agar pemberdayaan menjadi pijakan menuju kemandirian."

Namun begitu, jalan ke depan masih panjang. Tantangannya beragam. Selain penyempurnaan data, masih banyak PR lain yang menanti: memperluas aksesibilitas fasilitas publik, membangun ekosistem UMKM yang inklusif, mengikis stigma, hingga menyiapkan protokol kesiapsiagaan bencana yang ramah disabilitas.

Acara hari itu pun dihadiri oleh banyak tokoh. Tampak hadir Anggun Sintana dari Ditjen Binapenta, Diki Lukman Hakim dari Perpustakaan HB Jassin, serta pendiri Pertuni Dra Aryani Sukamwo. Turut hadir perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Ahmad Rofi, Presiden Rumah Aspirasi H Arief Pribadi, dan Ketum Pertuni Setiawan Gema Budi. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci. Sebuah kerja bersama yang dimulai dari data, dan diakhiri dengan martabat.


Halaman:

Komentar