Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya pesan tegas untuk para pelaku usaha. Menjelang Ramadan dan Lebaran 2026 nanti, jangan sampai ada yang main-main dengan harga pangan. Kebijakan pemerintah soal Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) harus dijaga berimbang. Titik. Jadi, menurutnya, tak ada alasan untuk menaikkan harga seenaknya.
Perhatiannya tertuju pada sejumlah komoditas krusial: beras, gula, daging sapi, bawang merah, telur, ayam, dan minyak goreng. Nah, soal stok nasional untuk barang-barang vital ini, Amran bilang semuanya dalam kondisi aman. Pasokannya pun diklaim cukup.
“Kesimpulannya adalah kita menjaga HET harga eceran tertinggi pangan, sekarang sampai bulan ramadan, sampai selesai. Dan HPP juga kita jaga,”
Ucap Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/1) lalu. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi pengamanan pasokan dan harga pangan untuk menyambut hari-hari besar keagamaan. Bagi dia, stabilitas pangan ini bukan cuma urusan angka-angka ekonomi. Lebih dari itu, ini soal ketenangan batin masyarakat yang ingin beribadah dengan khusyuk di bulan suci.
Lantas, apa dasarnya? Amran menyebut kondisi stok pangan nasional yang disebutnya sangat kuat. Ambil contoh beras. Stok nasional per Januari ini mencapai 3,3 juta ton.
“Alhamdulillah stok kita, pangan strategis beras stok kita hari ini 3,3 juta ton. Ini yang tertinggi untuk stok akhir tahun sepanjang sejarah,”
ungkapnya. Dengan angka segitu, tegas Amran, tak ada alasan harga beras melambung di atas HET. Malah, dengan panen yang dipercepat, stok diprediksi bakal makin kuat dalam beberapa bulan ke depan.
Komoditas lain yang ditegaskan aman adalah minyak goreng. Stok di Bulog saat ini mencapai sekitar 700 ribu ton. “Minyak goreng juga tersedia 700 ribu ton di Bulog. Jadi ini juga tidak ada alasan untuk naik,” tegasnya.
Namun begitu, ada satu komoditas yang justru harganya dinilai terlalu rendah. Ayam ras. Harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini cuma sekitar Rp 23 ribu per kilogram, sementara HPP-nya ditetapkan Rp 25 ribu. “Nah ini harus naik. Insyaallah di ramadan naik,” harap Amran.
Sementara untuk telur ayam dan bawang merah, serta pangan strategis lainnya, stok dan pasokan dipastikan tak bermasalah.
Di sisi lain, Amran memberikan peringatan keras. Ia menyebut tak akan ada lagi toleransi bagi pelaku usaha yang nekat menjual pangan strategis di atas HET. “Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan akan bekerja bila perlu menindak,”
“Tidak ada lagi kesempatan. Sudah lama kita imbau-imbau. Tidak boleh dijual di atas HET,”
tambahnya dengan nada tegas. Semua pihak, dari produsen, pedagang, hingga distributor, harus sepakat menjaga stabilitas ini. Keseimbangan HET dan HPP, katanya, adalah kunci supaya semua pihak di rantai pasok merasa adil.
“Dan HPP-nya kita harus jaga. Supaya apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadan,” tutur Amran.
Pemerintah juga berkomitmen menindak tegas praktik kotor seperti penimbunan, spekulasi, sampai penyelundupan. Bagi Amran, kejahatan di sektor pangan ini dampaknya luas sekali. Bukan cuma merusak ekonomi, tapi juga mengancam kehidupan banyak orang.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS
Tiga Direksi PT Prime Agri Resources Tbk Serahkan Pengunduran Diri, Keputusan Ditentukan Lewat RUPS
IHSG Diprediksi Masih Terkoreksi Terbatas, Analis Rekomendasikan Strategi Buy on Weakness untuk Empat Saham
Intiland Lepas Seluruh Saham Anak Usaha Hotel Whiz Senilai Rp31,32 Miliar