Pemegang saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memberikan persetujuan atas rencana perseroan untuk memperluas lini bisnis melalui penambahan kegiatan usaha baru. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kedua yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam agenda rapat tersebut, perseroan meminta restu atas perubahan Anggaran Dasar yang berkaitan dengan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Pemegang saham akhirnya menyetujui perluasan usaha yang mencakup jasa laboratorium, jasa sewa plant, serta jasa sewa kendaraan ekspedisi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis untuk memperluas peluang sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset dan kapabilitas yang dimiliki perusahaan.
“Penambahan kegiatan usaha ini merupakan salah satu langkah strategis WSBP dalam memperkuat daya saing dan menciptakan peluang pertumbuhan baru. Kami melihat potensi yang baik pada sektor-sektor usaha yang memiliki keterkaitan dengan kompetensi dan sumber daya yang telah dimiliki Perseroan,” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, dalam keterangan resmi pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Sebelum diputuskan, seluruh kegiatan usaha yang akan ditambahkan telah melalui kajian Studi Kelayakan Bisnis yang dilakukan oleh penilai independen. Proses kajian mencakup analisis aspek pasar, operasional, keuangan, serta prospek pengembangan usaha guna memastikan kelayakan implementasi dan keberlanjutan bisnis ke depan. Berdasarkan hasil kajian tersebut, penambahan kegiatan usaha dinilai layak dijalankan dan berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan.
Di sisi lain, perluasan ini tidak hanya membuka sumber pendapatan baru, tetapi juga diharapkan mampu mendukung efisiensi operasional melalui optimalisasi pemanfaatan aset yang dimiliki WSBP. Fandy menambahkan, langkah ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia solusi terintegrasi di industri beton, konstruksi, modular, serta peralatan pendukung sesuai kebutuhan pelanggan.
“Melalui penambahan kegiatan usaha ini, WSBP semakin memperkuat perannya sebagai one stop solution di industri beton terintegrasi, konstruksi, modular, serta peralatan pendukung sesuai kebutuhan pelanggan. Kami optimis langkah ini dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus memperluas kontribusi perseroan dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Fandy.
WSBP menegaskan komitmennya untuk menjalankan setiap pengembangan usaha secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Perseroan meyakini bahwa tata kelola yang baik merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Artikel Terkait
Penjualan dan Laba Multi Bintang Tumbuh Dua Digit pada Kuartal I 2026
IHSG Bangkit 7,38 Persen dalam Sepekan, Investor Asing Catatkan Beli Bersih Rp287,84 Miliar
Elon Musk Resmi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Usai Saham SpaceX Melonjak di Hari Pertama IPO
PT Bukit Asam Bagikan Dividen Rp1,31 Triliun, Setara Rp114,508 per Saham