Gus Ipul Soroti Data sebagai Kunci Pemberdayaan Disabilitas di HUT Pertuni

- Minggu, 25 Januari 2026 | 18:35 WIB
Gus Ipul Soroti Data sebagai Kunci Pemberdayaan Disabilitas di HUT Pertuni

Di tengah riuh rendah perayaan di Taman Ismail Marzuki, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, hadir memeriahkan HUT ke-60 Pertuni. Acara yang penuh warna ini bukan sekadar seremoni belaka. Gus Ipul langsung menekankan satu hal krusial: pentingnya data yang akurat. Tanpa basis data yang kuat, kata dia, upaya pemberdayaan yang dilakukan negara bisa meleset dari sasaran.

"Bangsa yang besar bukan bangsa yang paling cepat berlari," ujarnya, Minggu (25/1/2026).

"Tetapi bangsa yang memastikan tidak ada satu pun warganya tertinggal di belakang."

Pernyataan itu sekaligus menjadi apresiasi atas perjalanan panjang Pertuni selama enam dekade. Menurut Gus Ipul, organisasi ini telah membuktikan bahwa rekan-rekan disabilitas bukanlah pihak yang pasif. Mereka justru penjaga arah pembangunan itu sendiri. Hal ini sejalan dengan visi kepemimpinan ideal yang ia sebutkan: yang atas dijaga, tengah difasilitasi, dan yang bawah seperti kelompok rentan dan disabilitas harus dibela. Mereka tidak boleh dibiarkan berjalan sendirian.

"Keadilan sosial bukan berarti semua orang diperlakukan sama," tegas Gus Ipul.

"Tetapi setiap orang mendapatkan perlakuan sesuai kebutuhannya."

Prinsip ini tertuang dalam Asta Cita ke-4 dan diperkuat oleh UU Penyandang Disabilitas. Nah, implementasinya harus dimulai dari hal yang paling mendasar: data. Saat ini, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional mencatat ada lebih dari 15 juta penyandang disabilitas, dengan sekitar 4,2 juta di antaranya adalah tunanetra.

Tapi Gus Ipul mengakui, angka itu belum final. "Data ini belum sempurna," katanya. Baginya, data bukan sekadar deretan statistik. "Data adalah nama, alamat, dan kehidupan."


Halaman:

Komentar