BOURNEMOUTH – Drama berakhir di Stadion Vitality. Liverpool tumbang dengan skor 2-3 dari Bournemouth dalam lanjutan Liga Inggris, sebuah hasil yang tentu saja mengejutkan banyak pihak. Kekalahan ini bukan sekadar angka, tapi bisa jadi pemicu badai besar untuk sang pelatih, Arne Slot. Apakah posisinya masih aman?
Laga yang digelar Minggu dini hari WIB itu benar-benar penuh kejutan. Bournemouth, sang tuan rumah, langsung menunjukkan taring lebih dulu. Evanilson membuka pesta gol di menit ke-26, disusul Alex Jimenez yang menggandakan keunggulan tujuh menit berselang. Liverpool terkapar.
Namun begitu, The Reds tak menyerah. Menjelang turun minum, kapten Virgil van Dijk berhasil meredam ketertinggalan. Golnya di masa injury time babak pertama setidaknya memberi secercah harapan.
Perlahan, permainan Liverpool mulai menemui ritmenya. Usaha mereka akhirnya terbayar di menit ke-80. Dominik Szoboszlai, dengan tembakan akuratnya, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Stadion sempat hening, seolah pertandingan akan berakhir imbang.
Tapi sepakbola memang tak pernah bisa ditebak. Di detik-detik paling akhir, tepatnya menit kelima injury time babak kedua, Amine Adli menjadi pahlawan sekaligus algojo bagi Bournemouth. Golnya yang menentukan itu memastikan kemenangan spektakuler bagi tim tuan rumah, sekaligus menghancurkan hati para pendukung Liverpool.
Ini sudah jadi kekalahan ketujuh Liverpool di kompetisi domestik musim ini. Mereka kini cuma mengumpulkan 36 poin dari 23 pertandingan, tertahan di posisi empat klasemen. Yang lebih mengkhawatirkan, posisi itu sangat rentan. Beberapa tim di bawahnya punya peluang besar untuk mendepak The Reds, bahkan bisa melorotkan mereka hingga ke peringkat delapan.
Tekanan pun langsung mengarah ke Arne Slot. Kekalahan dramatis seperti ini pasti menambah daftar pertanyaan tentang masa depannya.
Di ruang konferensi pers, suasana hatinya terlihat jelas. Slot mengaku frustrasi, tapi lebih memilih menyoroti beban jadwal yang dianggapnya tak masuk akal.
“Frustrasi, tentu saja. Saya tidak bisa mengkritik para pemain yang terlihat kehabisan tenaga. Dua hari lalu kami harus bermain tandang di Eropa dan sekarang juga,”
Keluhannya terdengar jelas. Ia merasa timnya kelelahan fisik setelah harus menjalani dua laga tandang dalam waktu sangat singkat, di Liga Champions dan Liga Inggris.
Di sisi lain, realitas tak bisa dielak. Jadwal ke depan tak kalah berat. Liverpool harus segera bangkit jika tak ingin terpuruk lebih dalam. Tantangan berikutnya adalah menjamu Newcastle United di Anfield, awal Februari nanti. Itu adalah ujian besar berikutnya bagi Slot.
Kekalahan dari Bournemouth ini bukan cuma sekadar tiga poin yang hilang. Rasanya, lebih dari itu. Ini tentang momentum, kepercayaan, dan mungkin juga tentang masa depan seorang pelatih di klub sebesar Liverpool. Anfield menunggu reaksi.
Artikel Terkait
Taylor Swift Daftarkan Merek Dagang Suara dan Wajah sebagai Tameng Hukum Lawan Deepfake AI
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp165.000 per Kilogram, Pangan Pokok Kompak Naik
ESDM Mulai Uji Coba B50 di Perkeretaapian, Target Implementasi Nasional Juli 2026
Jumlah Pelaporan SPT Tahunan Tembus 12 Juta Jelang Tenggat 30 April 2026