Lalu, ada satu hal krusial yang kerap terlupakan: kesiapsiagaan bencana. Ia menekankan pentingnya sistem yang inklusif, agar penyandang disabilitas tidak jadi pihak terakhir yang diselamatkan saat darurat.
"Ini adalah beberapa catatan, beberapa PR kita ke depan yang harus kita atasi bersama-sama. Di sinilah sesungguhnya Pertuni punya posisi yang sangat strategis," tuturnya.
Di sisi lain, persoalan data juga jadi perhatian serius. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), angka penyandang disabilitas di Indonesia mencapai lebih dari 15 juta. Tepatnya, 15.262.448 orang.
Tapi Gus Ipul jujur mengakui, data itu belum tentu sempurna. Pemerintah terus berupaya menyempurnakannya.
"Data bukan hanya angka, data adalah nama, alamat, dan kehidupan," sebutnya.
"Selama masih ada satu orang yang belum masuk data, maka tugas kita belum selesai."
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara 2.004 SPPG di Jawa dan Sumatera Akibat Belum Miliki Sertifikat Laik Higiene
Dolar AS Menguat Signifikan di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Capai 600 Meter
Menpora Erick Thohir Kecam Pelecehan Seksual oleh Pelatih Kickboxing di Jawa Timur