Tito Karnavian Resmikan Huntara di Agam, Desak Daerah Percepat Data Korban

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:20 WIB
Tito Karnavian Resmikan Huntara di Agam, Desak Daerah Percepat Data Korban

Tak berhenti di situ. Bantuan lain juga mengalir dari Kementerian Sosial. Ada uang untuk beli perabot sebesar Rp 3 juta, stimulan ekonomi Rp 5 juta, plus bantuan lauk-pauk sebesar Rp 15 ribu per orang per harinya. Soal siapa yang berhak menerima, wewenangnya diserahkan sepenuhnya ke bupati dan wali kota setempat yang lebih paham kondisi lapangan.

"(Tadi) ada yang mungkin rumahnya rusak ringan, tapi sawahnya habis. Maka ini diberikan uang stimulan 5 juta rupiah, sambil menunggu program revitalisasi sawah yang dilakukan oleh Menteri Pertanian," jelas Tito memberi contoh.

Ya, pemulihan ekonomi memang jadi perhatian lain. Kementerian Pertanian akan menjalankan program revitalisasi sawah di tiga provinsi itu. Selain itu, keluarga yang ekonominya terpuruk pascabencana bisa diintegrasikan ke Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mendapat bantuan sosial rutin.

Namun begitu, semua program bagus itu bisa mandek kalau datanya lambat. Tito menekankan, kecepatan dan ketepatan data dari pemerintah daerah adalah kunci mutlak. Ia minta bupati dan wali kota tak perlu menunggu pendataan seratus persen selesai. Data bisa dikirim secara bertahap ke gubernur, lalu diteruskan ke Kemensos dan Satgas.

"Nanti (data tersebut) kita akan sampaikan kepada Menteri Sosial. Menteri Sosial akan segera mengeksekusi anggaran tadi untuk perabotan," tegasnya.

Lebih lanjut, Tito bersikap tegas. Daerah yang telat menyerahkan data hingga batas waktu nanti, namanya akan diumumkan. Ini dilakukan demi akuntabilitas dan mendorong percepatan penyaluran bantuan ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Karena ini butuh kecepatan, Pak Mensos juga menunggu data dari kita," tandasnya menutup pernyataan.

Acara peresmian huntara di Agam itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Tampak hadir Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, serta Bupati Agam Benni Warlis, menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani pemulihan pascabencana ini.


Halaman:

Komentar