Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, suasana pagi Sabtu (24/1) kemarin cukup berbeda. Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, hadir untuk meresmikan Hunian Sementara atau Huntara Kayu Pasak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis memindahkan para pengungsi ke tempat yang lebih layak, jauh dari tenda-tenda darurat yang selama ini mereka tempati.
Tito tak segan memberikan apresiasi. Ia melihat kerja cepat dari BNPB, yang didukung penuh oleh TNI serta pemerintah provinsi dan kabupaten setempat, patut diacungi jempol. Menurutnya, huntara ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah solusi sementara yang sangat krusial untuk mengurangi kepadatan di lokasi pengungsian.
"Karena huntara memang ditunggu, salah satu solusi untuk mengurangi pengungsi," ujar Tito.
"Pengungsi ini ada yang [rumahnya] rusak ringan, rusak sedang, rusak berat," tambahnya dalam keterangan pers.
Nah, terkait kerusakan rumah itu, pemerintah ternyata sudah menyiapkan beberapa skema bantuan. Rumah yang rusak ringan bakal dapat stimulan Rp 15 juta. Untuk kerusakan sedang, angkanya naik jadi Rp 30 juta. Sementara warga yang rumahnya rusak berat atau bahkan hilang, akan disiapkan hunian tetap atau huntap. Sambil menunggu huntap selesai, mereka bisa tinggal di huntara ini, atau memilih mengungsi ke rumah keluarga. Ada juga opsi menyewa rumah, dengan bantuan Dana Tunggu Hunian dari BNPB.
Di sisi lain, proses pendataan korban bencana di tiga provinsi terdampak Sumbar, Sumut, dan Aceh telah dilakukan oleh BPS. Tito mendesak, begitu validasi selesai, bantuan harus segera dicairkan. Tidak boleh ada penundaan.
"Jadi kalau sudah validasi segera dibayarkan (bantuan dananya), supaya (warga di) pengungsian jauh berkurang," tegasnya.
"Dan kemudian, di luar itu tadi Bapak Bupati Agam menyampaikan, nah ini yang saya kejar-kejar, saya sudah zoom meeting dengan seluruh kepala daerah. Kuncinya adalah data," ucap Tito lagi, menekankan poin penting tersebut.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Dini Hari
Gubernur Andra Soni Tinjau Banjir Tangerang Naik Perahu Karet
Longsor Cisarua: 23 Prajurit TNI Dikabarkan Hilang, Pencarian Terkendala Cuaca
Polisi Amankan Empat Pria dan Sita Lebih dari Satu Kilogram Ganja di Tanjung Priok