"Banyak masyarakat Indonesia mengenal dan mencintai Korea Selatan. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga untuk memperkuat persahabatan kedua bangsa,"
ungkapnya.
Dari seberang, Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-shik, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai MPR RI punya peran sentral dalam menjaga arah kebangsaan dan stabilitas pemerintahan Indonesia. Woo juga menyinggung komposisi pimpinan MPR yang berasal dari berbagai partai. Baginya, itu adalah bukti nyata inklusivitas demokrasi di Indonesia.
Lebih lanjut, Woo Won-shik menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama. Fakta bahwa sekitar 2.300 perusahaan Korea beroperasi di sini, di berbagai sektor, membuktikan hal tersebut.
"Indonesia adalah sahabat istimewa Korea Selatan. Kepercayaan ini tercermin dalam kerja sama industri, termasuk pertahanan dan kendaraan listrik,"
ucapnya.
Ia berharap pertemuan ini bisa mendorong penguatan kerja sama antarparlemen, khususnya melalui badan khusus yang menanganinya, BSKAP.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi MPR. Beberapa di antaranya adalah para Wakil Ketua seperti Ir Bambang Wuryanto, Dr Eddy Soeparno, Dr H Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman. Tampak hadir pula Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, beserta sejumlah deputi lainnya.
Artikel Terkait
LPDP 2026 Buka Pendaftaran, Fokus pada Dampak dan Industri Strategis
Banjir Keempat di Pamarayan, Rakit Darurat Jadi Penyelamat Warga
Banjir Serang Rendam Lima Kampung, Sekolah Terpaksa Libur
Krista Interfood 2026 Tetap Digelar, Meski Kemitraan Lama Diusut ke Polisi