Lantas, kenapa Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, tidak ikut dalam rombongan? Dito punya penjelasan. Menurutnya, agenda kunjungan itu sangat luas, tidak hanya berkutat pada urusan haji. Pertemuan bilateral membahas banyak hal, dari investasi hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Waktu itu ada investasi, ada IKN, dan tentu saja topik yang selalu melekat ke Saudi: haji. Itu kan yang ada di benak masyarakat," katanya.
Ia mengakui, topik pelayanan haji bagi jemaah Indonesia sempat disinggung. Tapi lagi-lagi, bukan soal angka kuota.
"Itu disampaikan Bapak Presiden. Saya ingat betul, MBS waktu itu semangat untuk menindaklanjuti semua pembicaraan. Tapi sekali lagi, di pertemuan itu tidak dibahas jumlah kuota," sambung Dito.
Penegasan serupa ia ulang. Menurut ingatannya, yang dibahas adalah perbaikan layanan, bukan penambahan kuota. Percakapan itu bahkan terjadi dalam suasana yang lebih santai.
"Seingat saya, itu bagian dari pembicaraan saat makan siang antara Presiden Jokowi dan MBS. Isinya bukan kuota spesifik, tapi lebih ke pelayanan haji. Soalnya, kebutuhan kita kan memang besar," pungkas mantan menteri itu.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing