Lantas, kenapa Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, tidak ikut dalam rombongan? Dito punya penjelasan. Menurutnya, agenda kunjungan itu sangat luas, tidak hanya berkutat pada urusan haji. Pertemuan bilateral membahas banyak hal, dari investasi hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Waktu itu ada investasi, ada IKN, dan tentu saja topik yang selalu melekat ke Saudi: haji. Itu kan yang ada di benak masyarakat," katanya.
Ia mengakui, topik pelayanan haji bagi jemaah Indonesia sempat disinggung. Tapi lagi-lagi, bukan soal angka kuota.
"Itu disampaikan Bapak Presiden. Saya ingat betul, MBS waktu itu semangat untuk menindaklanjuti semua pembicaraan. Tapi sekali lagi, di pertemuan itu tidak dibahas jumlah kuota," sambung Dito.
Penegasan serupa ia ulang. Menurut ingatannya, yang dibahas adalah perbaikan layanan, bukan penambahan kuota. Percakapan itu bahkan terjadi dalam suasana yang lebih santai.
"Seingat saya, itu bagian dari pembicaraan saat makan siang antara Presiden Jokowi dan MBS. Isinya bukan kuota spesifik, tapi lebih ke pelayanan haji. Soalnya, kebutuhan kita kan memang besar," pungkas mantan menteri itu.
Artikel Terkait
Praja IPDN Bantu Bersihkan 19 Gedung Pemerintah di Aceh Tamiang Pascabencana
Manajer Sawit di Pandeglang Diduga Kunci Korban di Ruangan untuk Pelecehan
LPDP 2026 Buka Pendaftaran, Fokus pada Dampak dan Industri Strategis
Banjir Keempat di Pamarayan, Rakit Darurat Jadi Penyelamat Warga