Menyikapi situasi ini, sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan untuk warga yang terpaksa mengungsi.
Di Jakarta Barat, Masjid Jami Al Khaeer di Kedaung Kali Angke menampung 11 kepala keluarga. Sementara di Jakarta Timur, Masjid Al Muqorrobin di Cipinang Melayu menjadi tempat sementara bagi 18 KK.
Personel BPBD sudah diturunkan ke lapangan. Mereka memantau kondisi dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Bina Marga, serta Gulkarmat untuk upaya penyedotan air. Pengecekan dan pembersihan tali-tali air juga dilakukan agar saluran berfungsi optimal. Bantuan kebutuhan dasar untuk warga terdampak pun disiapkan.
Yohan kembali mengingatkan masyarakat.
"BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 112, layanan gratis 24 jam," pungkasnya.
Harapannya, genangan-genangan ini bisa surut dengan cepat. Tapi langit Jakarta masih tampak kelabu, mengisyaratkan bahwa ancaman hujan belum benar-benar berakhir.
Artikel Terkait
Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Banjir Jakarta Tetap Mengancam
Bareskrim Periksa 18 Pejabat DSI dalam Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Jakarta Tenggelam: 121 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Terendam Banjir
Tiga Warga Terluka Akibat Pohon Tumbang Diterjang Hujan Deras di Senen