Tapi situasinya kini berubah. Banjir yang datang berulang, terutama dalam dua minggu terakhir, rupanya mengubah persepsi banyak orang. Kesia-siaan menghadapi genangan terus menerus akhirnya mengalahkan keengganan.
"Sekarang sebagian besar masyarakat sudah bersedia," jelas Pramono.
Fakta di lapangan memang memprihatinkan. Lebar sungai yang semestinya bisa mencapai 15-20 meter, kini menyusut drastis. Di beberapa titik, tinggal sekitar 2 meter saja. Penyempitan ekstrem inilah yang akan dibenahi.
"Padahal awalnya lebarnya 15 sampai 20 meter, sekarang tinggal sekitar 2 meter. Ini yang akan kami benahi," ungkapnya.
Dengan persetujuan yang kini sudah di tangan, langkah teknis akan segera dimulai. Pramono memastikan rapat koordinasi akan digelar minggu depan.
"Saya sudah memberikan persetujuan secara langsung. Minggu depan akan kita rapatkan untuk segera dilakukan normalisasi supaya Kelapa Gading dan wilayah sekitarnya tidak terus terdampak seperti sekarang," pungkasnya.
Harapannya jelas: pekerjaan ini bisa segera dimulai dan memberikan solusi jangka panjang, mengakhiri rutinitas banjir yang telah terlalu lama mengganggu.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Sukamekar Mengungsi, Banjir Dua Meter Belum Surut
BPBD DKI Waspadai Potensi Longsor di 20 Kecamatan Awal 2026
Spanyol Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian Baru
Hujan Deras Rendam 140 RT dan 16 Ruas Jalan di Ibu Kota