Pasar saham sore ini tampak sedang memilah-milah. Usai Bank Indonesia mengumumkan keputusan suku bunganya, saham-saham perbankan besar justru bergerak ke arah yang berbeda-beda. Tidak ada reaksi seragam. Hal ini terjadi setelah BI, seperti yang sudah banyak ditebak, mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen.
Di papan perdagangan, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) justru merangkak naik 1,63 persen ke level Rp3.750. Berbeda nasib dialami oleh saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI), yang sedikit tertekan 0,45 persen ke posisi Rp4.380 per unitnya.
Sementara itu, dua raksasa lain memilih diam. Saham PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Mandiri (BMRI) stagnan, bertahan di Rp8.075 dan Rp5.000. Pergerakan yang variatif ini sepertinya menunjukkan satu hal: tanpa kejutan dari kebijakan moneter, investor kembali fokus pada kondisi fundamental masing-masing emiten. Mereka tidak lagi bergerak sebagai satu blok.
Keputusan untuk menahan suku bunga ini sendiri sudah diantisipasi. Ini adalah kali ketiga BI melakukannya secara berturut-turut. Dari survei Reuters terhadap 31 ekonom, 18 di antaranya tepat memprediksi angka 4,75 persen ini. Sisanya mengira BI akan melanjutkan tren pemotongan.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
"Berdasarkan asesmen dan proyeksi tersebut, Rapat Dewan Gubernur pada tanggal 16 dan 17 Desember 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate tetap sebesar 4,75 persen," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Artikel Terkait
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak
Saham Konglomerat Terjun Bebas, Anjlok Hingga 40% Menjelang Lebaran
Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen
Serangan ke Pelabuhan Fujairah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Disrupsi Pasokan Global