BNN Luncurkan Unit Layanan Narkoba di Lahat, Targetkan 50 Titik Baru di Seluruh Indonesia

- Jumat, 23 Januari 2026 | 08:30 WIB
BNN Luncurkan Unit Layanan Narkoba di Lahat, Targetkan 50 Titik Baru di Seluruh Indonesia

Di tengah keramaian Pasar Lama, Kabupaten Lahat, Kamis lalu, suasana tampak berbeda. Bukan hanya aktivitas jual-beli biasa, melainkan sebuah acara peluncuran nasional yang digagas Badan Narkotika Nasional. Komjen Suyudi Ario Seto, sang Kepala BNN, hadir langsung. Menurutnya, kegiatan Indonesia Bersinar singkatan dari Bersih dari Narkoba ini adalah wujud nyata dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Acara itu sendiri dihadiri sejumlah tokoh. Mulai dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mantan Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, hingga para pejabat daerah setempat. Mereka berkumpul untuk satu tujuan.

Bagi Suyudi, momen ini bersejarah. “Ini momentum tonggak awal,” ujarnya. Selain peluncuran nasional Kabupaten Bersinar, juga diluncurkan unit layanan terpadu P4GN di Lahat. Unit ini akan jadi pilot project, yang rencananya diikuti oleh pendirian 50 unit serupa di seluruh Indonesia.

Mantan Kapolda Banten itu menegaskan, langkah ini bukti kehadiran negara. Membangun pertahanan nasional justru harus dimulai dari unit terkecil: keluarga dan desa. Dia pun memuji Pemerintah Kabupaten Lahat yang dinilainya visioner, karena berhasil menyelaraskan kebijakan pusat dengan kearifan lokal.

begitu penjelasan Suyudi dalam keterangan tertulis BNN, Jumat (23/1/2026).

Dia melihat, pembentukan Unit Layanan Terpadu lewat kolaborasi dengan Pemda adalah langkah solutif. Fungsinya untuk mengisi kekosongan layanan yang ada, sekaligus menjadi ‘embrio’ bagi pembentukan BNNK di masa depan.

Tak hanya peluncuran, acara itu juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman. BNN RI menjalin kerja sama dengan APKASI yang diwakili Bupati Lahat dan APEKSI oleh Wali Kota Bandar Lampung. Intinya, ingin mengintegrasikan visi BNN dengan organisasi perangkat daerah, untuk dukungan regulasi dan penganggaran yang lebih kuat.


Halaman:

Komentar