Suasana di depan Balai Kota Bogor pada Kamis (22/1) pagi itu ramai dan sedikit mencekam. Ratusan sopir angkutan kota memadati jalan, menyuarakan penolakan mereka. Intinya, mereka geram dengan rencana Pemkot Bogor yang bakal menghapus angkot-angkot tua dari jalanan.
Demonstrasi ini sempat bikin macet di Jalan Ir H Juanda, tepat di depan kantor Wali Kota. Tapi, kemacetan itu nggak berlangsung lama. Menurut keterangan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Rio Wahyu Anggoro, situasi akhirnya bisa dikendalikan.
“Alhamdulillah tidak ada pengalihan lalin. Kita lihat lancar semua tadi,” ujar Rio, Kamis kemarin.
Ia menambahkan, para pengunjuk rasa sudah berjanji untuk kooperatif. “Mereka juga sudah berjanji kepada saya, Pak Dandim, agar aspirasi tetap terlaksana, maka kami masukkan ke dalam semua supaya tidak mengganggu aktivitas lalin,” jelasnya.
Untuk mengamankan aksi yang diikuti banyak orang ini, polisi turunkan ratusan personel. Sekitar 780 aparat dikerahkan agar demo berjalan kondusif. Dan memang, setelah angkot-angkot itu dipindahkan ke halaman balai kota, arus lalu lintas perlahan kembali normal. Tidak ada rekayasa lalu lintas yang diterapkan.
Suara Hati dari Sopir Angkot
Lalu, apa sih sebenarnya yang mereka perjuangkan? Inti masalahnya terletak pada kebijakan penghapusan angkot tua. Bagi para sopir, ini bukan sekadar soal kendaraan, tapi nyawa penghidupan keluarga.
Artikel Terkait
Hutan yang Tersayat: Ketika Krisis Lingkungan Bermula dari Kekeringan Hati
Satgas Rebut Kembali 1.700 Hektare Lahan Tambang Ilegal di Hutan
Korban Tewas Terjebak Macet dan Banjir, Gubernur DKI Perintahkan Penyelidikan
Operasi SAR Tuntaskan Pencarian Korban Terakhir Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung