Doa dan duka mewarnai pelepasan terakhir untuk Florencia Lolita Wibisono. Pramugari yang akrab disapa Olen itu akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Manado. Usianya baru 33 tahun.
Olen adalah salah satu korban dalam musibah pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak Sabtu lalu. Pesawat itu, disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan dari Indonesia Air Transport (IAT), sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Sayangnya, pesawat tak sampai tujuan.
Puing-puingnya kemudian ditemukan di lereng Gunung Bulusaruang, Kabupaten Pangkep, sehari setelah kejadian. Dari sepuluh orang di dalamnya tujuh awak dan tiga penumpang enam korban telah ditemukan. Pencarian untuk yang lain masih terus digalakkan di medan yang terjal itu.
Setelah melalui proses identifikasi yang tentu berat bagi keluarga, jenazah Olen akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga. Prosesi penyerahan berlangsung Rabu (21/1) di kantor Biddokes Polda Sulsel, Makassar. Keluarga tak sendirian; mereka didampingi perwakilan dari maskapai IAT.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing