Melalui 12 Program Prioritas, Kemendes mendorong partisipasi warga. Saat ini, mereka sedang fokus mengembangkan desa-desa tematik. Misalnya Desa Ikan Nila, Desa Ayam Petelur, atau Desa Daging. Harapannya, desa-desa ini nantinya bisa menjadi pemasok untuk program Makan Bergizi Gratis.
Di sisi lain, Kepala BNN Komjen Suyudi punya kekhawatiran tersendiri. Sasaran empuk peredaran narkoba saat ini adalah generasi muda usia 16 hingga 35 tahun. Ia mengingatkan, jenis narkoba sekarang jauh lebih beragam dan licin. Bukan cuma ganja atau sabu.
Menurutnya, modus operandi sudah berubah. Narkoba bisa saja dikemas dalam liquid vape atau minuman sachet yang menarik bagi anak muda. Di akhir sambutannya, Suyudi menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa yang telah menyiapkan relawan anti narkoba. Langkah kecil di tingkat akar rumput ini, baginya, sangat berarti untuk pertahanan terdepan.
Pertemuan di Lahat itu seperti pengingat. Perang melawan narkoba tidak bisa hanya di kota-kota besar. Pertempuran sesungguhnya justru terjadi di daerah-daerah, di desa-desa, tempat ancaman itu mulai merayap diam-diam.
Artikel Terkait
KAI Commeter Siapkan 1.149 Perjalanan Kereta Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026
KPK Sangkakan Bupati Rejang Lebong Terima Suap Rp980 Juta untuk Proyek PUPR
DPR dan Kemenhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Tetap Berjalan Meski Konflik Timur Tengah
Selebgram dan DJ Medan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba