Korban jiwa dalam insiden tambang di Nanggung, Bogor, terus bertambah. Angkanya kini mencapai sebelas orang. Semuanya telah ditemukan dalam kondisi meninggal.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, mengonfirmasi hal ini pada Kamis lalu. Suasana di lokasi terbilang mencekam, dengan upaya penyelamatan yang berlangsung siang dan malam.
"Kurang lebih sudah 11 orang yang kita selamatkan," ujar Rudi Setiawan.
"Semuanya sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk proses pemakaman."
Menurut sejumlah saksi, evakuasi langsung digeber begitu laporan orang hilang diterima. Polisi bersama pemda turun langsung memeriksa lokasi kejadian. Rudi mengaku melihat sendiri bagaimana posko-posko pengaduan dan operasi penyelamatan didirikan dengan cepat.
"Ini yang kami utamakan," bebernya tentang upaya tersebut.
Namun begitu, penyebab pasti musibah ini masih jadi misteri dan tengah diusut tuntas. Yang menarik, meski ada asap mengepul dari dalam lubang, pihak berwajib menyebut kadar karbon monoksida atau CO di dalamnya masih dalam batas aman. Klaim ini tentu memunculkan banyak tanda tanya.
"Situasi di dalam yang bisa saya informasikan, masih ada asap mengandung CO. Tapi masih di ambang batas aman," jelas Kapolda.
Sebelumnya, sejak Minggu, proses evakuasi sudah berjalan dengan lima korban berhasil dikeluarkan lebih dulu. Upaya ini tak mudah. Asap tebal yang terus keluar sempat menghambat tim penyelamat masuk. Sayangnya, sumber dan pemicu asap itu sendiri belum juga diketahui sampai sekarang.
Di sisi lain, posko pencarian orang hilang juga telah dibentuk untuk mengakomodir laporan dari warga. Korban terus berjatuhan, sementara pertanyaan tentang keamanan tambang liar ini masih menggantung tanpa jawaban yang jelas.
Artikel Terkait
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi: 71 Luka, 4 Tewas
Masinis KA Argo Bromo Selamat, Empat Penumpang KRL Tewas dalam Tabrakan di Bekasi Timur
Tabrakan Berantai di Bekasi: Taksi Tabrak KRL, Kereta Argo Bromo Hantam KRL dari Belakang, 4 Tewas
Kecelakaan KA Jarak Jauh Vs KRL di Bekasi, KAI Sediakan Bus Alternatif