"Lokasi pencarian kita fokuskan di zona serpihan. Tim di lapangan juga kita koordinasikan untuk memastikan anjing ini bisa diturunkan dengan aman ke spot yang dimaksud," jelasnya lebih lanjut.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, medan yang terjal dan kabut tebal sempat menjadi kendala utama. Namun begitu, laporan dari tim yang lebih dulu berada di atas menyatakan kondisi sudah jauh lebih kondusif. Itulah alasan mengapa bantuan khusus ini baru bisa dikerahkan sekarang.
"K-9 baru bisa diturunkan hari ini karena cuaca akhirnya memungkinkan. Tim konfirmasi dulu dari atas, baru kita pastikan untuk mengirim mereka," beber Husni.
Suasana di posko terlihat lebih bergerak. Harapan untuk menemukan korban yang tersisa kini bertumpu pada insting tajam sang anjing dan ketelitian para personel di medan yang masih sulit itu.
Artikel Terkait
Dua Turis Tewas Tersapu Banjir di Queensland, Australia
Polda Sumsel dan Pertamina Perketat Pengamanan Distribusi BBM Jelang Mudik Lebaran
Konflik Timur Tengah 2026 Pukul Pariwisata Indonesia, Penerbangan dan Kunjungan Wisatawan Anjlok
DKI Jakarta Gelar Imunisasi Kejar Serentak Campak di Maret 2026