“Intinya satu, yang pertama ada kerja sama pendidikan. Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM, science, technology, engineering, and mathematics, itu nanti beliau akan membuat di Indonesia,”
jelas Seskab tersebut.
Kerja sama pendidikannya sendiri cukup beragam. Skemanya mulai dari menambah kuota mahasiswa Indonesia yang belajar di Inggris, mendirikan kampus cabang universitas Inggris di dalam negeri, sampai program pertukaran dosen.
Pertemuan dengan Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group, asosiasi universitas terbaik di sana, diharapkan bisa mendongkrak peringkat universitas Indonesia di kancah global. Menurut Teddy, semua agenda luar negeri presiden memang dirancang untuk satu hal: membawa manfaat nyata.
“Intinya ini Bapak Presiden kalau ke luar negeri, itu beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia,”
imbuhnya menegaskan.
Jadi, kunjungan ini lebih dari sekadar kunjungan. Ada target yang jelas, dan sejauh ini, hasilnya mulai terlihat.
Artikel Terkait
Genangan Air di 60 Desa Pati, Warga Berharap Solusi Baru Usai Kasus Bupati
Jenazah Tujuh Tahun Raib dari Kuburan, Polisi Selidiki Motif Tak Lazim
Gugatan Pemakzulan Marcos Jr. Menguat, Proyek Banjir Fiktif Senilai Triliunan Jadi Sorotan
Mobil Expander Mengamuk, Motor dan Gerobak Donat Luluh Lantak di Ciputat