Rekaman video dari lokasi memperlihatkan kondisi yang cukup parah. Fasad bangunan rusak, asap mengepul, dan beberapa mobil tampak hangus terbakar. Petugas darurat terlihat berkerumun melakukan evakuasi dan pemadaman.
Murat Kumpilov, pejabat setempat, menyebut dampak serangan itu cukup serius. "Berdasarkan data terakhir, 11 orang terluka. Sembilan di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit, termasuk dua anak-anak," tulisnya di Telegram.
Namun begitu, narasi dari pihak Ukraina sama sekali berbeda. Mereka menyatakan kerusakan di Adygea justru akibat tembakan pertahanan udara Rusia sendiri yang salah sasaran.
Klaim ini disampaikan Andriy Kovalenko, kepala pusat penanggulangan disinformasi Ukraina. Menurutnya, sebuah rudal pertahanan udara Rusialah yang menghantam bangunan tempat tinggal di kota Afipsky, wilayah Adygea.
Ukraina maupun Kovalenko tidak menyertakan bukti pendukung klaim tersebut. Wilayah Adygea yang dekat dengan Laut Hitam dan Azov memang kerap jadi sasaran serangan Kyiv. Pihak Ukraina berargumen, serangan mereka difokuskan pada industri minyak dan gas Rusia sumber pendanaan utama untuk perang ini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Lubang Besar Sistem Perlindungan Anak Usai Tragedi 25 Siswa SD Serpong
Presiden Prabowo Tiba di Zurich, Siap Pimpin Pidato di Panggung Elite Davos
Macron Berpidato dengan Kacamata Hitam di Davos, Trump Langsung Sindir
Tunisia Dilanda Banjir Terparah dalam 70 Tahun, 5 Tewas dan 4 Masih Hilang