Prabowo Gebrak Dunia Pendidikan: 10 Kampus Inggris Bakal Hadir di Indonesia
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris membawa kabar mengejutkan. Bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, tapi sebuah rencana besar yang langsung menyita perhatian: mendirikan sepuluh universitas terbaik Inggris di tanah air. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Prabowo saat bertemu dengan para rektor dan pemangku kebijakan pendidikan tinggi di sana.
Lalu, apa makna di balik langkah ambisius ini? Menurut pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, ini jauh lebih dari sekadar menambah jumlah perguruan tinggi. Ini adalah langkah strategis jangka panjang. "Ini investasi strategis untuk membangun sumber daya manusia berkualitas internasional," ujarnya.
Amir menyampaikan hal itu kepada wartawan, Kamis lalu. Fokusnya jelas: membangun program studi di bidang yang sangat dibutuhkan, seperti kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Pilihannya ini tentu bukan tanpa alasan. Kesenjangan tenaga medis, terutama dokter spesialis, dan minimnya peneliti sains terapan masih jadi masalah serius di negeri ini. Target pemerintah pun jelas: menghasilkan lulusan siap pakai dengan standar global.
Untuk mewujudkannya, program link and match akan dijalankan dengan ketat. Jadi, kampus-kampus ini nantinya bakal langsung terhubung dengan industri dan sektor kesehatan nasional. Harapannya, selain menyerap pasar, langkah ini bisa mempercepat lahirnya inovasi teknologi medis dalam negeri.
Namun begitu, Amir Hamzah melihat dimensi lain yang tak kalah penting: geopolitik. Menurutnya, mendatangkan kampus Inggris bukan cuma urusan pendidikan semata.
katanya. Dengan kata lain, Indonesia sedang mencoba menata posisinya di peta persaingan global yang ketat. "Dengan lulusan standar internasional, Indonesia akan memiliki kemampuan untuk bersaing dalam bidang teknologi medis, farmasi, dan penelitian ilmiah," tambah Amir. Posisi Indonesia di ASEAN dan dunia diharapkan bisa semakin kuat.
Artikel Terkait
Gunung Emas Baru Arab Saudi: Rp570 Triliun Menganga di Bawah Padang Pasir
Hujan Lebat dan Angin Kencang Guyur Jabodetabek, BMKG Tetapkan Status Siaga
Turki Ubah Ancaman di Perbatasan Jadi Kemenangan Geopolitik di Suriah
Murur dan Tanazul: Pemerintah Siapkan Skema Baru Atur Arus Jemaah Haji 2026