Prabowo Gaet 10 Universitas Inggris untuk Cetak SDM Kelas Dunia di Dalam Negeri

- Kamis, 22 Januari 2026 | 05:50 WIB
Prabowo Gaet 10 Universitas Inggris untuk Cetak SDM Kelas Dunia di Dalam Negeri

Memang, impiannya besar. Pemerintah berharap proyek ini bisa menciptakan ekosistem pendidikan dan riset yang benar-benar inovatif. Ada beberapa target konkret: menjawab kebutuhan tenaga medis yang makin mendesak, melahirkan peneliti unggul di bidang farmasi dan sains, menarik lebih banyak investasi asing di sektor pendidikan dan teknologi, serta tentu saja, menciptakan lulusan yang mampu bersaing di kancah internasional.

Di sisi lain, sejumlah pakar pendidikan mengingatkan. Mereka menekankan pentingnya transfer teknologi dan kurikulum yang adaptif. Tujuannya agar lulusan nantinya tak cuma jadi peniru sistem pendidikan Inggris, tapi benar-benar siap menghadapi tantangan global yang nyata.

Jalan menuju kesana pasti tak mulus. Hambatannya banyak. Mulai dari mencari dosen dan pengajar bersertifikasi internasional dalam jumlah cukup, menyiapkan infrastruktur dan laboratorium riset yang modern, menyusun regulasi yang mendukung adaptasi kurikulum asing, hingga mengkoordinasikan program link and match dengan industri agar benar-benar efektif.

Tapi Amir Hamzah tampaknya optimis. Dia meyakini pemerintah punya kapasitas politik dan jaringan internasional yang kuat untuk mengatasi semua rintangan itu. "Dengan strategi yang tepat, Indonesia akan memiliki universitas yang bukan hanya unggul secara akademik, tapi juga strategis secara geopolitik," tegasnya.

Pada akhirnya, rencana ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Gagasan tentang Indonesia sebagai negara maju dengan SDM unggul dan inovatif butuh terobosan. Kehadiran universitas internasional ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi anak-anak muda Indonesia untuk mengenyam pendidikan kelas dunia, tanpa harus jauh-jauh pergi dari rumah.

Amir menutup dengan penekanan pada kepemimpinan Presiden. Langkah ini, baginya, menunjukkan bagaimana Prabowo memposisikan pendidikan sebagai investasi nasional yang utama.

pungkas Amir Hamzah.


Halaman:

Komentar