"Setelah oleng ke kiri, motor menabrak tiang lampu penerangan jalan di pinggir jalan,"
tuturnya.
Akibatnya cukup parah. Ketiga remaja itu tergeletak dengan luka-luka. Korban tewas adalah pengendara dan penumpang di posisi tengah. Pengendara, FA (15) warga Caturharjo, mengalami cedera kepala berat. Begitu pula dengan FWP (14) dari Murtigading yang duduk di tengah. Sementara itu, pembonceng paling belakang, RRP (14) yang juga dari Caturharjo, lebih beruntung. Dia 'hanya' mengalami patah tulang di tangan kirinya dan kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit UII Pandak.
Kejadian ini tentu meninggalkan duka mendalam. Di satu sisi, ini jadi pengingat keras betapa berbahayanya berkendara dengan kelebihan muatan dan melampaui batas kecepatan, apalagi di jalan yang mungkin tidak terlalu lebar. Dua nyawa remaja melayang begitu saja dalam sekejap.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Aliran Uang Rp 25,9 Triliun dari Tambang Emas Ilegal
DPR Desak Pemerintah Siapkan DIM untuk Percepatan RUU Pengelolaan Keuangan Haji
Motul Gelar Moride di Lampung, Wadah Silaturahmi dan Edukasi Perawatan Motor
DK PBB Sahkan Resolusi Tegas, Desak Iran Hentikan Serangan di Teluk dan Selat Hormuz