"Setelah oleng ke kiri, motor menabrak tiang lampu penerangan jalan di pinggir jalan,"
tuturnya.
Akibatnya cukup parah. Ketiga remaja itu tergeletak dengan luka-luka. Korban tewas adalah pengendara dan penumpang di posisi tengah. Pengendara, FA (15) warga Caturharjo, mengalami cedera kepala berat. Begitu pula dengan FWP (14) dari Murtigading yang duduk di tengah. Sementara itu, pembonceng paling belakang, RRP (14) yang juga dari Caturharjo, lebih beruntung. Dia 'hanya' mengalami patah tulang di tangan kirinya dan kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit UII Pandak.
Kejadian ini tentu meninggalkan duka mendalam. Di satu sisi, ini jadi pengingat keras betapa berbahayanya berkendara dengan kelebihan muatan dan melampaui batas kecepatan, apalagi di jalan yang mungkin tidak terlalu lebar. Dua nyawa remaja melayang begitu saja dalam sekejap.
Artikel Terkait
Tunisia Dilanda Banjir Terparah dalam 70 Tahun, 5 Tewas dan 4 Masih Hilang
Kapolres Serang Ngariung dengan Buruh, Komunikasi Tiga Arah Jadi Kunci
Serangan Silang di Kryvyi Rig dan Adygea: Dua Tewas di Ukraina, Sebelas Luka di Rusia
Gencatan Senjata Retak, Tiga Jurnalis Tewas dalam Serangan Udara di Gaza