Padahal, pelabuhan itu sudah dibangun dan ditargetkan jadi pintu ekspor utama untuk CPO, hasil tambang, dan logistik energi. Bahkan, rencananya akan dibangun depo BBM Pertamina di sana untuk memperkuat ketahanan energi. Tapi semua itu, kata Andre, mentok soal listrik.
Ia menegaskan, rencana Gardu Induk Ujung Gading sebenarnya sudah tercantum dalam RUPTL PLN 2025-2034. Hanya saja, ia minta rencana di atas kertas itu segera dieksekusi, tidak boleh molor. Harapannya, pembangunan fisik bisa dimulai paling lambat tahun 2026, selaras dengan pengembangan kawasan.
Di sisi lain, Andre menyentuh soal investasi. Selama ini, Sumbar bertahan berkat kiriman uang perantau Minang yang mencapai Rp20 triliun per tahun. "Tapi kami tidak bisa selamanya bergantung pada itu," tegasnya. Infrastruktur listrik yang kuat, menurut Sekretaris Fraksi Gerindra ini, adalah kunci untuk menarik investor masuk.
Dengan gardu induk yang memadai, Andre optimistis kawasan barat Sumbar akan bangkit. Ia membayangkan pusat ekonomi baru yang tumbuh, menyerap tenaga kerja, dan mendongkrak pertumbuhan daerah. Semuanya berawal dari pasokan listrik yang andal.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Retak, Tiga Jurnalis Tewas dalam Serangan Udara di Gaza
Situbondo Tergenang, Jalur Pantura Lumpuh Akibat Banjir
Burung Hantu Tewas Ditembak, Wanita di Belu Terancam Pasal Penganiayaan Hewan
Trump Tegaskan Tak Akan Pakai Kekerasan untuk Greenland, Tawarkan Mediasi Ukraina di Davos