Hari ini, meski situasi di lereng masih dilanda cuaca ekstrem sejak pagi, tim SAR memutuskan untuk tetap bergerak. Mereka punya tekad bulat: jenazah harus secepatnya dibawa turun.
"Operasi kami mulai lagi pukul 11.00 Wita tadi," jelas Andre Rumbayan. "Cuacanya memang berat, hujan dan angin kencang mencapai 20-25 knot. Tapi alhamdulillah, pukul 17.15 Wita kami sudah berhasil mencapai puncak dan memulai penurunan."
Dari puncak itulah perjalanan terakhir dimulai. Tim dengan hati-hati menuruni jenazah melalui medan yang sulit. Barulah sekitar pukul 20.00 Wita, mereka tiba di Desa Tompubulu, titik temu di kaki gunung, menandakan akhir dari misi evakuasi yang penuh tantangan ini.
Artikel Terkait
Israel Serang Hotel di Beirut, 4 Tewas dan 10 Luka
Kapolri Pastikan Satgas Bencana Siaga Penuh untuk Mudik 2026
Curah Hujan Ekstrem 264 mm Rendam 147 RT di Jakarta, Genangan Capai 1,7 Meter
Israel Serang Depot Minyak dan Fasilitas Nuklir Iran di Tehran, Ancaman Balasan Mengarah ke Haifa