Kabar soal langkah kaki yang terekam di smartwatch kopilot Farhan Gunawan sempat bikin heboh. Tapi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i langsung meluruskan. Menurutnya, data itu bukan rekaman baru pasca pesawat ATR 42-500 jatuh. Itu data lama, dari beberapa bulan silam.
“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan,” jelas Syafi'i di Senayan, Selasa kemarin.
“Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” sambungnya usai rapat dengan Komisi V DPR.
Syafi'i bilang, keluarga Farhan sudah dapat penjelasan lengkap. Dia paham betul harapan yang sempat menggebu di hati mereka karena informasi langkah kaki itu. “Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” tuturnya.
Lalu dia menambahkan, “Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik.”
Sebelum klarifikasi ini, keluarga memang dibuat penasaran. Bagaimana tidak, smartwatch Farhan mencatat 13.647 langkah setelah pesawatnya dilaporkan jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Temuan ini, tentu saja, bikin tanda tanya besar.
Ceritanya berawal Sabtu lalu, hari kejadian. Ponsel Farhan ditemukan tim SAR. Esok harinya, Minggu, pacarnya Dian yang datang ke posko di Desa Tompobulu menerima barang itu.
“Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu,” kata Pitri Keandedes Hasibuan, perwakilan keluarga.
Yang menarik, layar ponselnya masih menyala. Dalam mode pesawat. Dari sanalah terpampang data langkah kaki yang diduga berasal dari smartwatch milik Farhan.
“Intinya HP itu di tangan adik saya tadi malam, malam tadi. Terus udah dicek semuanya, ternyata ada pergerakan itu, ditemukan di handphone dia itu pergerakan langkah kaki Farhan jam 6 pagi, 10, sama malam kali ya,” jelas Pitri.
Artikel Terkait
Yakult Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan SMA/SMK di Tiga Cabang
Kepala Bappisus Buka Suara soal Anggaran Makan Bergizi Gratis: Semua Sudah Terhitung Matang, Tak Perlu Khawatir
15.349 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan, Makkah Route Mulai Dioperasikan
KPK Usul Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai untuk Cegah Mahar Politik