"Seorang warga Muslim China, Ayub, dan enam warga Afghanistan tewas, dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Ledakan terjadi di dekat dapur," kata Zadran.
Ia menambahkan, restoran itu memang banyak dikunjungi warga Muslim China di Kabul. Manajemennya dipegang bersama oleh seorang pria China bernama Abdul Majid, istrinya, serta rekan lokal mereka, Abdul Jabbar Mahmood.
"Penyebab ledakan tersebut belum diketahui hingga saat ini dan sedang diselidiki," ucapnya.
Menariknya, ada kebingungan awal soal lokasi pastinya. Sebelumnya sempat beredar laporan bahwa ledakan terjadi di sebuah hotel. Tapi polisi kemudian meluruskan bahwa episentrumnya memang di restoran Chinese Noodle itu.
Serangan ini kembali menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di ibu kota Afghanistan. ISIS, yang masih aktif meski sering dianggap melemah, ternyata masih bisa melancarkan pukulan di tempat yang tak terduga.
Artikel Terkait
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Mewah Dharmawangsa
Bareskrim Geledah Kantor DSI, Dugaan Penipuan dan Pencucian Uang Terkuak
KPK Periksa Dito Ariotedjo, Bukti Kasus Kuota Haji Menguat
Mobil Misterius di Minahasa, Tujuh Bangkai Anjing Ditemukan di Dalamnya