DPR Desak Investigasi Tuntas Usai Pesawat Jatuh di Maros

- Selasa, 20 Januari 2026 | 14:15 WIB
DPR Desak Investigasi Tuntas Usai Pesawat Jatuh di Maros

Rapat kerja di Senayan, Jakarta, pada Selasa (20/1) itu, sempat hening sejenak. Ketua Komisi V DPR, Lasarus, membuka dengan kabar duka yang menghentak: jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan. Dia menyampaikan belasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban. “Semoga Tuhan memberi kekuatan,” ujarnya.

Di hadapan perwakilan Kemenhub, Basarnas, BMKG, dan sejumlah instansi lain, Lasarus mengajak semua yang hadir untuk berdoa.

Suasana rapat yang awalnya fokus membahas evaluasi Natal dan Tahun Baru, langsung bergeser. Lasarus menekankan, publik butuh kejelasan. Dia pun meminta laporan perkembangan terbaru dari para menteri dan kepala lembaga yang hadir. Mulai dari penanganan evakuasi oleh Basarnas, hingga kondisi cuaca saat kejadian dari BMKG.

Menurutnya, Komisi V sudah kebanjiran pertanyaan dari masyarakat. Mereka juga telah mengumpulkan sejumlah informasi awal. “Saya coba hubungi BMKG,” kata Lasarus, menjelaskan bahwa cuaca saat itu diduga kurang bersahabat dengan adanya awan tebal. Ada juga informasi soal obstakel atau gunung di lokasi jatuh, serta riwayat kerusakan mesin pesawat yang pernah terjadi sebelumnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar