Malam Minggu di Andalusia berubah menjadi mencekam. Dua kereta cepat bertabrakan hebat di wilayah selatan Spanyol itu. Korban jiwa berjatuhan, lebih dari seratus orang terluka. Peristiwa ini tercatat sebagai kecelakaan kereta terparah di negara itu dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir.
Hingga Senin (19/1/2026), proses evakuasi masih berlangsung. Tim penyelamat bekerja di tengah reruntuhan besi yang mengerikan. Dikhawatirkan, jumlah korban bisa bertambah karena banyak penumpang masih terjebak di dalam gerbong yang hancur.
Korban Tewas Terus Bertambah
Data korban terus bergulir. Awalnya dilaporkan 21 orang meninggal. Namun, angka itu melonjak drastis menjadi 39 tewas. Sedangkan korban luka-luka mencapai 120 orang lebih. Mereka segera dilarikan ke berbagai rumah sakit di sekitar lokasi.
Media-media Spanyol bahkan menyebut angka korban luka bisa mendekati 100 orang. Situasinya benar-benar kacau.
Menteri Transportasi Oscar Puente memberikan konfirmasi yang suram.
"Ada 30 orang yang terluka dalam kondisi serius dan telah dibawa ke rumah sakit," katanya, seperti dilansir AFP.
Sementara itu, pejabat darurat Andalusia, Antonio Sanz, dalam konferensi persnya menyebut setidaknya 73 orang terluka. Perbedaan angka ini menunjukkan betapa rumitnya pendataan di lapangan.
Duka dari Istana Kerajaan
Berita buruk ini langsung mengguncang Istana Kerajaan Spanyol. Raja Felipe VI dan Ratu Letizia menyatakan keprihatinan mendalam. Mereka mengirimkan pesan belasungkawa yang hangat, meski penuh duka.
"Belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari yang meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk kesembuhan yang cepat bagi yang terluka," bunyi pernyataan resmi dari Istana.
Bagaimana Bisa Terjadi?
Menurut laporan, musibah terjadi di dekat Adamuz, sekitar 200 km di utara Malaga. Lokasinya terpencil. Malam itu, sebuah kereta yang melaju dari Malaga menuju Madrid tiba-tiba tergelincir. Nahas, ia kemudian melintas ke jalur di sebelahnya.
Di jalur itulah, kereta dari arah berlawanan sedang meluncur. Tabrakan hebat pun tak terelakkan. Badan kereta api Spanyol, Adif, menyebut kereta kedua juga ikut tergelincir akibat benturan dahsyat itu. Investigasi penyebab pasti masih terus digali. Apakah karena kesalahan teknis, human error, atau faktor lain? Semua masih tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Polres Kampar Musnahkan Enam Rakit Dompeng Tambang Emas Ilegal di Sungai Singingi
Vonis Seumur Hidup untuk Alvi Maulana, Pembunuh dan Mutilasi Pacar di Surabaya
Menteri Pertahanan Mali Tewas dalam Serangan Terkoordinasi Kelompok Afiliasi Al-Qaeda
Brimob dan Damkar Padamkan Sisa Api di Rumah Sekaligus Warung Kopi yang Terbakar di Jatinegara Kaum