Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT, belum juga reda. Hingga siang tadi, gunung api itu tercatat sudah erupsi puluhan kali. Abu vulkaniknya menghujani dua puluh tujuh desa di kabupaten tersebut, mengubah langit menjadi kelabu.
Stanislaus Ara Kian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, melaporkan detailnya. Dari pukul enam pagi hingga tengah hari waktu setempat, teramati letusan sebanyak 99 kali.
Dia tak bosan-bosan mengingatkan. Masyarakat, pendaki, atau siapa pun diminta menjauhi zona berbahaya dalam radius tiga kilometer dari puncak. Bahayanya nyata dan mengintai.
Di sisi lain, dampaknya sudah menyebar. Andris Koban, Kepala Pelaksana BPBD Lembata, menyebut setidaknya 27 desa merasakan langsung akibat letusan. Yang paling mengkhawatirkan, aliran lava terlihat mulai turun ke arah Desa Jontona dan Desa Amakaka.
Artikel Terkait
Donny Fattah, Bassis Legendaris God Bless, Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
Kapolri Pimpin Gerakan Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Hadapi Krisis Global
Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan Polri untuk Dukung Ketahanan Pangan
Bamsoet: Fenomena No Viral No Justice Alarm Rusaknya Sistem Hukum